kumpulan kalimat bijak mario teguh – nasehat spiritual pencerahan mario teguh – golden ways

Anak buah membayar pengabdiannya
kepada atasannya, dengan usia.
Jika anak buah salah memilih atasan,
dia telah menyia-nyiakan usianya.
…Jika dia tidak menghormati Anda,
dan tidak memungkinkan Anda untuk tumbuh
menjadi pribadi yang mandiri dan terhormat,
untuk apakah Anda berlama-lama
bekerja di bawahnya?
Rezeki Tuhan tersebar di muka bumi,
dan siap diunduh oleh jiwa yang tegas
bagi kebaikan hidupnya.
Mario Teguh
====================================================
Satu-satunya cara
untuk hidup diliputi kasih sayang,
adalah menyayangi mereka yang meliputi Anda.
Janganlah menunggu mereka menyayangi Anda,
…sebelum Anda berlaku penuh kasih kepada mereka.
Anda yang mengerti,
jika bukan Anda yang memulai, siapa lagi?
Janganlah mengeluhkan kurangnya kasih sayang,
padahal Anda adalah penyebab utama
bagi kasih sayang orang lain kepada Anda.
Mario Teguh
=================================================
Adik saya pernah menasehati saya,
Mas, sampean jangan ngurusi orang yang sudah pakai sepatu. Masih banyak orang yang belum pakai sandal.
Lho, aku ini ngurusi semua orang, yang pakai atau yang belum pakai sepatu.

Yang belum pakai sandal, aku temani supaya bisa punya sepatu.
Yang sudah pakai sepatu, aku temani supaya tidak berlaku semena-mena, dan berkasih-sayang kepada yang belum punya sandal.
Itu!
Mario Teguh
=======================================
Ada seorang rekan yang bangga sekali menyatakan bahwa dia kenal Sultan Brunei.
Tapi, saat ditanya apakah Sang Sultan mengenalnya, dia bilang: Ya nggak lah!
Yang menjadikan kita berhasil, bukanlah orang yang kita kenal; tetapi mereka yang mengenal kita.

Maka, apakah yang sedang Anda lakukan untuk menjadi pribadi yang dikenal luas sebagai jiwa santun yang jujur, pandai, dan pekerja keras?
Mario Teguh
=======================================
Tuhanku,
aku mengetahui,
tugas kekhalifahanku di dunia,
bergantung kepada tiga kualitas
yang harus ku bangun
…sebagai tanggung-jawab pribadiku,
yaitu:
1. KEKUATAN
2. KEBERANIAN, dan
3. KETEPATAN KEPUTUSAN
Tanpa ketiganya,
aku hanya akan menjadi jiwa
yang lama meratap kepada-Mu
dalam kelemahan.
Tuhanku,
aku mohon Engkau menyaksikan
kesungguhanku untuk membanggakan-Mu.
Bimbinglah aku.
Amien
Mario Teguh
========================================
Alasan utama yang menjadikan orang tidak berhasil, adalah tidak adanya hubungan antara apa yang dikerjakannya, dengan apa yang akan membuatnya berhasil.
Maka, janganlah hanya mengerjakan yang Anda senangi, tetapi yang jauh dari menyenangkan orang lain.
Ingatlah, kegembiraan sesama adalah tanda kegembiraan Tuhan.

Jika Anda merindukan kebahagiaan, bahagiakanlah orang lain melalui pekerjaan Anda.
Mario Teguh
==========================================
Banyak orang mengeluhkan tidak enaknya beban pekerjaan, dan lebih merindukan istirahat dan liburan.
Mengeluhlah dalam perjalanan naik Anda menuju keberhasilan, tapi sadarilah bahwa keluhan Anda akan lebih hebat lagi jika Anda gagal.
Kesulitan hidup bukanlah ijin untuk tidak berhasil.

Lebih baik kita bekerja keras untuk berhasil, daripada harus menjelaskan mengapa kegagalan bukanlah salah kita.
Mario Teguh
=============================================
Beragam dan lengkapnya masalah hidup,
yang besar dan kecil, yang penting dan sepele,
yang menjadikan hidup ini sibuk, penuh, dan indah,
yang diserap oleh hati yang ikhlas berserah kepada Tuhan,
menjadikan tidur kita dalam dan damai.

Kedamaian karena berserah,
adalah keindahan yang hanya bisa dimengerti
oleh jiwa yang beriman.
Tuhan kami,
damaikanlah tidur kami
sebagai hadiah bagi kesabaran kami.
Amien
Mario Teguh
===============================================
THE HIGHER YOU ARE, THE LESS YOU CARRY.

Menang Tanpa Mengalahkan Orang Lain

Oleh: Abdillah Syafei
Juara adalah orang yang memenangkan sebuah perlombaan. Menjadi juara, tentu diinginkan oleh semua yang hidup, karena hidup sendiri adalah sebuah perlombaan, pertarungan, perjuangan dan persaingan. Entah dalam konteks yang positif, yakni tantangan untuk bertahan hidup dan menjadikan hidup kita memiliki kualitas yang sesuai keinginan, maupun dalam konteks kurang baik yang mengartikan persaingan sebagai sebuah kemampuan bertahan dan saling mengalahkan, yang jelas posisi juara atau pemenang selalu dikejar oleh manusia dalam kehidupannya.

Sering kita beranggapan bahwa seorang juara atau pemenang itu adalah yang nomor satu, berada di posisi pertama atau yang berhasil mengalahkan orang lain, menjatuhkan, bahkan membinasakan. Sering kita memaknai kemenangan sebagai sebuah hasil dari proses saling mendahului, saling mengalahkan, atau saling menyerang.

Padahal banyak cara agar kemenangan itu diperoleh tanpa harus merugikan orang lain. Atau dalam bahasa yang lebih simpel, bisa saja kita meraih kemenangan tanpa harus ada yang dikalahkan. Kita bisa menang bersama-sama.

Bukankah kemenangan itu sebenarnya adalah ketika kita mampu mengambil manfaat dari apapun yang terjadi atau menimpa kita. Kemenangan tak selalu harus menjadi nomor satu, rangking pertama, atau seorang yang menyingkirkan dan menumbangkan orang lain.

Kemenangan yang diperoleh dengan menjatuhkan orang lain, mungkin pada awalnya terasa sangat memuaskan. Namun kepuasan itu bukanlah kepuasan hakiki yang bakal diterima oleh hati nurani. Kepuasan karena bisa mengalahkan orang lain itu hanyalah kepuasan bagi hawa nafsu. Maka dia tak akan langgeng lagi menentramkan.

Lalu apakah kemenangan yang sejati itu? Mari simak ayat berikut:

Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al-Ahzab: 71)

Recent Posts

comments powered by Disqus