Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Sejarah Kota Kelahiran Admin (Kuala Tungkal)

Sebelum abad ke-17 di Tanah Tungkal ini sudah berpenghuni seperti Merlung, Tanjung Paku, Suban yang sudah dipimpin oleh seorang Demong, jauh sebelum datangnya rombongan 199 orang dari Pariang Padang Panjang yang dipimpin oleh Datuk Andiko dan sebelum masuknya utusan Raja Johor.
 Kemudian memasuki abad ke-17 ketika itu daerah ini masih disebut Tungkal saja, daerah ini dikuasai atau dibawah Pemerintahan Raja Johor. Dimana yang menjadi wakil Raja Johor di daerah ini pada waktu itu adalah Orang Kayo Depati. Setelah lama memerintah Orang Kayo Depati pulang ke Johor dan ia digantikan oleh Orang Kayo Syahbandar yang berkedudukan di Lubuk Petai. Setelah Orang Kayo Syahbandar kemudian diganti lagi oleh Orang Kayo Ario Santiko yang berkedudukan di Tanjung Agung (Lubuk petai) dan Datuk Bandar Dayah yang berkedudukan di Batu Ampar, daerahnya meliputi Tanjung rengas sampai ke Hilir Kuala Tungkal atau Tungkal Ilir sekarang.
Memasuki abad ke- 18 atau sekitar tahun 1841-1855 Tungkal dikuasai dan dibawah Pemerintahan Sultan Jambi yaitu Sultan Abdul Rahman Nasaruddin. Pada saat itu kesultanan Jambi mengirim seorang Pangeran yang bernama Pangeran Badik Uzaman ke Tungkal yaitu Tungka Ulu sekarang Kedatangannya disambut baik oleh orang Kayo Ario Santiko dan Datuk Bandar Dayah.
Setelah terbukanya kota Kuala Tungkal maka semakin banyak orang mulai datang, sekitar tahun 1902 dari suku Banjar yang berimigrasi dari Pulau Kalimantan melalui Malaysia. Mereka ini berjumlah 16 orang antara lain : H.Abdul Rasyid, Hasan, Si Tamin gelar Pak Awang, Pak Jenang, Belacan Gelar Kucir, Buaji dan kemudian mereka ini berdatangan lagi dengan jumlah agak lebih besar yaitu 56 orang yang dipimpin oleh Haji Anuari dan iparnya Haji Baharuddin, Rombongan 56 orang ini banyak menetap di Bram Itam Kanan dan Bram Itam Kiri. Selanjutnya datang lagi dari suku Bugis, Jawa, Suku Donok atau Suku Laut yang banyak hidup dipantai/laut, dan Cina serta India yang datang untuk berdagang .
Pada tahun 1901 kerajaan Jambi takluk keseluruhannya kepada Pemerintahan Belanda termasuk Tanah Tungkal khususnya di Tungkal Ulu yang Konteleir jenderalnya berkedudukan di Pematang Pauh. Sehingga pecahlah perperangan antara masyarakat Tungkal ulu dan Merlung dengan Belanda. Karena mendapat serangan yang cukup berat akhirnya pemerintah Belanda mengundurkan diri dan hengkang dari wilayah itu. Perperangan itu dipimpin oleh Raden Usman anak dari Badik Uzaman. Raden Usman kemudian wafat dan dimakamkan di Pelabuhan Dagang.
Selanjutnya muncullah Pemerintahan kerajaan Lubuk Petai yang dipimpin oleh Orang Kayo Usman Lubuk Petai kemudian membentuk pemerintahan baru. Pada waktu itu dibentuklah oleh H.Muhammad Dahlan Orang Kayo yang pertama dalam penyusunan pemerintahan yang baru.
Orang Kayo pertama ini pada waktu itu masih diintip dan diserang oleh rombongan dari Jambi. Ia diserang dan ditembak dirumahnya lalu patah. Maka bernamalah pemerintahan itu dengan Pemerintahan Pesirah Patah sampai zaman kemerdekaan. Dusun-dusun pada pemerintahan Pesirah Patah dan asal mula namanya adalah :
Ø Dusun Lubuk Kambing tadinya berasal dari Benaluh dan Lingkis.
Ø Dusun Sungai Rotan tadinya berasal dari dusun Timong dalam.
Ø Dusun Ranatu Benar tadinya berasal dari Riak Runai dan Air dan Air Talun.
Ø Dusun Pulau Pauh tadinya berasal dari kampung Jelmu pulau Embacang.
Ø Dusun Penyambungan dan Lubuk Terap berasal dari Suku Teberau.
Ø
Dusun Merlung tadinya berasal dari suku Pulau Ringan yang dibagi lagi dalam beberapa suku yaitu : Pulau Ringan, Kebon Tengah, Langkat, Aur Duri, Kuburan Panjang, Gemuruh, dan Teluk yang tunduk dengan Demong.
Ø Dusun Tanjung Paku tadinya berasal dari Tangga Larik.
Ø Dusun Rantau Badak tadinya berasal dari Dusun Lubuk Lalang dan Tanjung Kemang.
Ø Dusun Mudo tadinya Talang Tungkal dan Lubuk Petai.
Ø Dusun Kuala Dasal yang pada waktu itu belum lahir adalah dusun Pecang Belango.
Ø Dusun Badang tadinya berasal dari Badang Lepang di dalam.
Ø Dusun Tanjung Tayas tadinya berasal dari Bumbung.
Ø Dusun Pematang Pauh.
Ø Dusun Batu Ampar yang sekarang menjadi Pelabuhan Dagang.
Ø
Dusun Taman Raja tadinya bernama Pekan atau pasar dari kerajaan Lubuk Petai. Kemudian disebut Taman Raja karena dulunya merupakan tempat pertemuan dan musyawarah raja Lubuk Petai dan raja Gagak.
Ø Dusun Suban tadinya berasal dari Suban Dalam.
Ø Dusun Lubuk Bernai tadinya Tanjung Getting dan Lubuk Lawas.
Ø Dusun Kampung Baru.
Ø Dusun Tanjung Bojo.
Ø Dusun Kebun.
Ø Dusun Tebing Tinggi.
Ø Dusun Teluk Ketapang.
Ø Dusun Senyerang.
Marga Tungkal Ulu :
- Pesirah MT.Pahruddin (195 Zaman pemerintahan Orang Kayo H.Muhammad Dahlan berakhir sampai sekitar tahun 1949, kemudian barulah gelar Orang Kayo berubah menjadi Pesirah sekitar tahun 1951. Sebelum Kabupaten Dati II Tanjung Jabung terbentuk, berada dalam Kewedanaan Tungkal yang memimpin beberapa Pesirah. Adapun para Pesirah di tanah tungkal ini dahulunya adalah :1-1953)
- Pesirah Daeng Ahmad anak dari H.Dahlan (1953-1959)
- Pesirah Zikwan Tayeb (1959-1967)
- 1969 masa transisi perubahan marga
- Syafei Manturidi (1969-1973)
- Adnan Makruf (1974-1982)
Marga Tungkal Ilir :
- Raden Syamsuddin (Pemaraf)
- M.Jamin
- Pesirah H.Berahim
- Pesirah Ahmad
- Pesirah Asmuni
- Pesirah H.M.Taher
Seiring bergulirnya perkembangan zaman berdasarkan keputusan Komite Nasional Indonsia (KNI) untuk Pulau Sumatera di Kota Bukit Tinggi (Sumbar) pada tahun 1946 tanggal 15 April 1946, maka pulau Sumatera di bagi menjadi 3 (tiga) Provinsi, yaitu Provinsi Sumatera Tengah, Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Selatan, pada waktu itu Daerah Keresidenan Jambi terdiri dari Batanghari dan Sarolangun Bangko, tergabung dalam Provinsi sumatera Tengah yang dikukuhkan dengan undang - undang darurat Nomor 19 Tahun 1957, kemudian dengan terbitnya undang - undang Nomor 61 Tahun 1958 pada tanggal 6 januari 1958 Keresidenan Jambi menjadi Provinsi Tingkat I Jambi yang terdiri dari : Kabupaten Batanghari, Kabupaten Sarolangun Bangko dan Kabupaten Kerinci.
Pada tahun 1965 wilayah Kabupaten Batanghari dipecah menjadi 2 (dua) bagian yaitu : Kabupaten Dati II Batanghari dengan Ibukota Kenaliasam, Kabupaten Dati II Tanjung Jabung dengan Ibukotanya Kuala Tungkal. Kabupaten Dati II Tanjung Jabung diresmikan menjadi daerah kabupaten pada tanggal 10 Agustus 1965 yang dikukuhkan dengan Undang - Undang Nomor 7 Tahun 1965 (Lembaran Negara Nomor 50 Tahun 1965), yang terdiri dari Kecamatan Tungkal Ulu, Kecamatan Tungkal Ilir dan kecamatan Muara Sabak.

Setelah memasuki usianya yang ke-34 dan seiring dengan bergulirnya Era Desentralisasi daerah, dimana daerah di beri wewenang dan keleluasaan untuk mengurus rumah tangganya sendiri, maka kabupaten Tanjung Jabung sesuai dengan Undang-undang No.54 Tanggal 4 Oktober 1999 tentang pemekaran wilayah kabupaten dalam Provinsi Jambi telah memekarkan diri menjadi dua wilayah yaitu :
1. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Sebagai Kabupaten Induk dengan Ibukota Kuala Tungkal
2. Kabupaten Tanjung Jabung Timur Sebagai Kabupaten hasil pemekaran dengan Ibukota Pangkalan Bulian.
Maret 2008 Kecamatan - kecamatan yang ada di tanjung Jabung barat dimekarkan dari 5 kecamatan menjadi 13 kecamatan.
Kecamatan di Tanjung Jabung Barat:
1 Pengabuan
2 Tungkal Ilir
3 Betara
4 Merlung
5 Tebing Tinggi
6 Batang Asam
7 Seberang Kota
8 Bram Itam
9 Tungkal Ulu
10 Senyerang
11 Kuala Betara
12 Muara Papalik
13 Renah Mendaluh
————————————-

Kaum Bani Israil Kaum Dikutuk Hingga Kiamat


Keturunan Bani Israil tidak menerima perlakuan baik dari Mesir.
Bani Israil pada dasarnya memiliki karakter yang rapuh, pendendam, pendengki, dan penakut. Sikap tersebut mendorong mereka kerap melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang ditetapkan oleh Allah SWT.

Quote:

Bani Israil konon terjajah?Kita bisa tarik sejarah, ketika Bani Israil berada di bawah kepemimpinan Nabi Musa AS. Keturunan Bani Israil tidak menerima perlakuan baik dari Mesir. Nabi Musa yang dididik Firaun diperlakukan secara tidak baik oleh penguasa Mesir tersebut.
Firaun merasa terancam dengan adanya Bani Israil sehingga yang dilakukan Firaun adalah membunuh anak laki-laki Bani Israil. Konon, dalam sebuah cerita, Firaun bermimpi kebakaran yang menghancurkan membakar istana Raja Firaun. Mimpi tersebut menyatakan akan ada bayi dari Bani Israil yang bakal menghancurkan kekuasan Firaun, dia punya kebijakan membunuhi Bani Israil.

Tapi, kemudian, banyaknya bayi laki-laki yang dibunuhi, tidak ada lagi kelompok pemuda Israil yang bisa bekerja oleh orang Mesir karena tidak ada. Akhirnya, mereka mengeluh ke Firaun, kalau begini, kita juga yang bekerja karena pemuda mereka banyak mati terbunuh.

Akhirnya, Firaun memberikan kebijakan jeda, satu tahun dibunuh, satu tahun tidak. Pada satu saat, Nabi Musa tidak sabar lagi melihat perilaku semena-mena, akhirnya tergerak membela. Ini puncak ketidaksabaran Nabi Musa, bangsanya diperlakukan semena-semena.

Bani Israil pada dasarnya memiliki karakter yang rapuh, pendendam, pendengki, dan penakut. Sikap tersebut mendorong mereka kerap melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang ditetapkan oleh Allah SWT.

Sebagai akibatnya, mereka mendapat kutukan dari-Nya. “Bahkan, hingga hari kiamat,” kata Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta Prof M Ahsin Sakho. Berikut lanjutan perbincangan pakar ilmu qiraat sab'ah itu kepada wartawan Republika, Nashih Nashrullah, perihal Bani Israil:

Ini akibat sifat buruk mereka sendiri?
Bisa jadi, sifat buruk mereka berbalik akibatnya terhadap diri mereka sendiri. Setelah jati diri dan keistimewaan Bani Israil itu dihancurkan Raja Firaun, mereka menjadi orang yang gampang beralih, penakut, pendendam, dan pembunuh.

Lihat saja, saudara-saudara Nabi Yusuf AS itu mempunyai kedengkian ke Yusuf, seperti disebutkan dalam surah Yusuf. Berbagai peluang yang diberikan Allah SWT agar mereka kembali tetap saja tidak dipergunakan dengan baik. Seperti, ketika tersesat 40 tahun lalu berhadapan dengan kaum Jabbarin.

Mereka tetap berbuat onar hingga mereka dijajah oleh Babilonia dan dibawa ke negeri mereka (fa jasu khilaladdiyar) hingga 400 tahun. Datanglah pertolongan Persia dan mengembalikan mereka ke Palestina, tetapi mereka tetap berbuat onar lagi (kama dakhalukum awwala marratin).

Karakter buruk Bani Israil lainnya, mereka kerap melanggar janji. Ini seperti yang terjadi ketika masa Rasulullah SAW. Bani Quraidhah, Qainuqa', dan Nadhir selalu mengingkari janji.
Quote:

Akhirnya, pantas jika mereka diusir dari Madinah. Mereka berkolaborasi menyerang Nabi, meletuslah Perang Uhud dan Ahzab. Ini awal Nabi Muhammad tidak senang lagi dengan mereka. Jadi, Bani Israil itu pendendam, pembunuh, dan ingkar jan
ji.

Apakah kutukan atas Bani Israil berlaku hingga sekarang?
Benar, bahkan hingga hari kiamat (ila yaum al-qiyamah). Sejak abad keenam Masehi, bangsa Israil tersebar di berbagai wilayah. Tetapi, mereka akan mencari celah untuk berbuat onar lagi. Ini bisa dilihat dari makar mereka dengan inisasi Theodore Herzl yang ingin mengembalikan keturunan Bani Israil, Yahudi, dalam hal ini ke dalam satu wilayah sendiri.

Lalu, muncullah Deklarasi Balfour, Inggris menyatakan sejengkal tanah Palestina adalah miliki bangsa Yahudi. Berdirilah negara Israel pada 1948 yang didukung oleh banyak negara, termasuk Rusia, Inggris, dan AS. 


Jika demikian, bukankah bisa saja atas seizin-Nya makar mereka tumbang?
Mungkin saja, tetapi saya melihat ini sebenarnya merupakan ujian bagi umat Islam. Allah sengaja membiarkan golongan semacam Yahudi dan kelompok Zionisme agar umat Islam mawas diri dan bersatu. Dengan kehadiran musuh bersama di sana (common enemy), umat akan diharapkan bersatu.

Itu sangat mungkin. Karena, secara kodrati, mereka lemah bila umat Islam bersatu. Lihat saja perangai mereka seperti disebutkan dalam Alquran surah al-Hasyr, mereka tidak akan berperang kecuali di balik benteng yang kokoh atau belakang tembok.

Spoiler

Inilah Jemaat Muslim Terbesar kedua di Dunia Setelah Haji

Bishwa Ijtema adalah jemaat gerakan Islam tahunan yang diselenggarakan di Tongi, Bangladesh di sungai Turag. Ini adalah jemaat Muslim terbesar kedua di dunia setelah haji. Bahkan berfokus pada doa dan permohonan dan tidak memungkinkan diskusi politik. Polisi setempat memperkirakan jumlah peserta tahun 2007 Ijtema menjadi 3 juta sedangkan pada tahun 2010 jumlah peserta adalah 5 juta.

Ijtema adalah non-politik, dan karena itu menarik orang dari segala persuasi. Doa diadakan untuk pemujaan spiritual, peninggian dan kesejahteraan masyarakat Muslim. Program ini sangat populer memberikan orang-orang dari Bangladesh kesempatan untuk berinteraksi dengan Muslim dari negara-negara lain dan umumnya dihadiri oleh tokoh-tokoh politik terkemuka.

Spoiler








Meskipun sejumlah besar umat hidup dalam ruang tertutup, umumnya ada sedikit masalah sanitasi, memasak, dan gerakan intern. Hal ini diyakini menjadi mungkin karena pendekatan minimalis diadopsi oleh para bhakta. Bhakta telah mengurangi kebutuhan mereka sendiri dan mengembangkan rasa hormat terhadap kebutuhan orang lain.

Sumber

SEJARAH, Intan Trisakti Harta Terbesar di Nusantara


Keberadaan batu mulia pernah membuat wilayah Banjar gempar. Pada 47 tahun silam, tepatnya 26 Agustus 1965, ditemukan sebuah intan cukup besar. Banyak yang berpendapat, intan temuan kelompok pendulang yang diketuai H Madsalam itu seukuran telur burung merpati. Lokasinya di Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, yang kini masuk ke wilayah Banjarbaru (dulu wilayah Kabupaten Banjar dengan ibu kota Martapura).

Intan yang diberi nama Trisakti oleh presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, itu disebut-sebut memiliki berat 166,75 karat. Harganya saat itu, menurut Tajuddin Noor Ganie, penulis buku Tragedi Intan Trisakti, Selasa (16/10), ditaksir mencapai Rp 10 triliun dan meroket setelah diasah menjadi berlian.

Para penemunya yang berjumlah 43 orang mendapat ganti senilai Rp 3,5 miliar. Namun, karena ada sanering (perubahan nilai uang dari Rp 1.000 menjadi Rp 1), akhirnya uang yang diterima hanya Rp 3,5 juta. Uang balas jasa ini kemudian dipakai untuk naik haji bagi penemu dan keluarganya serta pihak lain yang terlibat, semuanya berjumlah sekitar 80 orang.

Misteri

Kini keberadaan intan tersebut menjadi misteri. Namun, beberapa pedagang yang ditemui di pasar permata Cahaya Bumi Selamat di kota Martapura (berjarak sekitar 5 kilometer dari Cempaka), akhir pekan lalu, yakin bahwa Trisakti ada di salah satu museum di Belanda. Penemunya, kata Tajuddin, hanya melihat sekali benda itu saat ditemukan. Setelah itu, sang intan langsung dibawa ke Jakarta.


Selepas itu, nyaris belum pernah ditemukan lagi intan yang bisa mengalahkan kemasyhuran Trisakti. Penemuan intan berukuran lebih besar pernah terjadi, tetapi kegemparannya belum bisa menyamai. Sebut saja intan Putri Malu seberat 200 karat yang ditemukan di Antaruku, Kecamatan Pengaron, tahun 2008, atau yang lebih kecil intan Galuh Cempaka 5 sebesar 106 karat di Cempaka tahun 1850, dan Galuh Pumpung 98 karat yang juga ditemukan di Cempaka tahun 1990.

Menurut pendulang, temuan lainnya rata-rata berukuran relatif kecil. Jani (40), pendulang, menunjukkan batu transparan mirip kaca seukuran biji kedelai sedikit kusam. Batu yang diyakini sebagai intan mentah itu hanya dibungkus kertas pembungkus rokok dan disimpan dalam saku celananya.

”Besarnya sekitar 1 karat atau 200 miligram. Kalau dijual, harganya sekitar Rp 4 juta,” ujarnya. Jani tidak pelit menunjukkan hasil temuannya kepada orang lain, baik yang sekadar ingin tahu maupun yang bermaksud membeli. Kawasan pendulangan intan Cempaka telah dicanangkan sebagai daerah tujuan wisata sejak tahun 1990-an. Karena itu, hampir setiap hari ada pengunjung, baik domestik maupun mancanegara.

Sungai Tiung merupakan salah satu kawasan pendulangan di Cempaka yang sampai saat ini masih ramai dengan kegiatan mencari intan, kecuali pada musim hujan saat semuanya libur. Daerah lainnya ada di Pumpung, Karawat, Ujung Murung, dan Danau Purun. Pendulangan di luar Cempaka juga ada, tetapi tidak begitu terkenal, seperti di Bumi Rata, Simpang Empat; Pengaron; serta Danau Pagar dan Jambunau di Riam Kanan.


Selain menjual kepada wisatawan atau pedagang batu mulia yang datang ke lokasi, hasil pendulangan juga dijual ke Pasar Cahaya Bumi Selamat. Yazid, pemilik Gerai Permata Zamrud Grup yang berada di Blok C, menuturkan, berlian berkualitas bagus tersedia di pasar ini. Harganya bervariasi, mulai dari jutaan sampai ratusan juta rupiah, bahkan miliaran rupiah. ”Yang berkualitas bagus dan banyak dicari biasanya 0,5 karat ke atas. Harganya bisa di atas Rp 10 juta,” ujarnya.

Kolonial Belanda


Kapan asal mula pendulangan intan Cempaka, tak ada yang tahu persis. Sejumlah sumber menyebutkan, pendulangan itu sudah ada sejak zaman kolonial dan berlangsung secara turun- temurun. Pendulang yakin, yang memiliki inisiatif mengeksploitasi adalah Belanda, dengan mempekerjakan warga setempat. Saat itu warga belum tahu batuan di sekitar mereka bernilai tinggi. Versi lain menyebutkan, intan sudah dieksploitasi sejak abad IX, tetapi lokasinya jauh di utara Cempaka.


Dalam buku Borneo 1843 terbitan Bentara Budaya disebutkan, seorang penjelajah asal Hindia Belanda, Dr CALM Schwaner, melakukan penelitian di sekitar Sungai Barito dan Kahayan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah pada 1843-1847.

Apa yang dilihat Schwaner dituangkan dalam dua jilid buku yang dilengkapi lukisan litografi karya CW Mieling S Hage. Pada jilid I Borneo Beschruving van Het Stroomgebied van Den Barito, terdapat lukisan yang menggambarkan aktivitas pendulangan intan di Sungai Martapura. Pendulangan menggunakan linggangan, alat berbentuk kerucut mirip caping terbalik.

Di kawasan pendulangan pernah berdiri perusahaan tambang berskala besar, tetapi tidak bertahan lama, antara lain PT Aneka Tambang pada 1970-an dan PT Galuh Cempaka Banjarbaru tahun 1999-2001.

sumber

Nenek Moyang Orang Asia Asalnya Dari Nusantara /Asia Tenggara

 

Ilmuwan se-Asia berhasil melakukan pemetaan keragaman gentik di Asia. Dugaan selama ini nenek moyang orang Asia dari China ternyata terbalik. Yang benar nenek moyang orang China yang berasal dari Asia Tenggara.

Studi ini juga semakin memperkuat penemuan sebelumnya bahwa nenek moyang semua manusia berasal dari Afrika, artinya Adam sebagai manusia pertama di dunia berasal dari Afrika.

Untuk pertama kalinya, lebih dari 90 ilmuwan dari konsorium Pan-Asian SNP dinaungi oleh Human Genome Organisation (HUGO) melakukan studi terhadap 73 populasi Asia Tenggara dan Asia Timur untuk mempelajari pola migrasi dalam sejarah manusia dan hubungan antara genetik dan penyakit.

Studi yang dipublikasikan dalam majalah Science 10 Desember 2009 ini menunjukkan bahwa akar genetik manusia berhubungan sangat erat dengan kelompok etnik dan kelompk bahasa.

Studi ini juga menjelaskan bahwa di masa lalu terdapat satu jalur utama migrasi manusia ke Asia, yaitu melalui Asia Tenggara, bukan jalur migrasi majemuk melalui jalur utara dan selatan, sebagaimana banyak dikemukakan sebelumnya.

Quote:
"Hal ini berarti nenek moyangnya orang China adalah orang Asia Tenggara, bukan sebaliknya," kata Prof. Sangkot Marzuki, direktur lembaga Eijkman yang juga penggagas studi ini, dalam acara seminar 'Mapping Human Genetic Diversity in Asia' di gedung Lembaga Biologi Molekul Eijkman, Jakarta, Jumat (11/12/2009).
Selain itu fakta terbaru menunjukkan bahwa semua gen yang ada pada manusia sekarang ternyata berasal dari Afrika. "Semua yang hidup sekarang setelah dites DNA-nya ternyata merujuk pada persamaan DNA orang Afrika," jelas Prof. Sangkot.

Penelitian dari 10 negara di Asia berkumpul untuk memahami bagaimana manusia terhubung satu sama lain dan hasilnya bisa dijadikan acuan untuk menangani berbagai masalah yang berhubungan dengan penyebaran genetik manusia.

Quote:
"Untuk Indonesia, sebuah kepulauan dengan lebih dari 500 populasi etnik, data semacam ini sangat penting dalam pendekatan kesehatan masyarakat dan distribusi penyakit," ujar Prof. Sangkot.
Aplikasi untuk kesehatan antara lain memudahkan untuk mengambil sempel data sebuah penyakit karena distribusi penyakit ternyata berkembang seiring dengan migrasi penduduk, jadi penyakit lebih mirip di suatu daerah.

Quote:
"Jadi ngambil sampel nggak perlu banyak-banyak karena rata-rata gennya sama," kata Prof. Sangkot.
Selain itu, data yang dihasilkan ini juga diperlukan untuk pencarian gen yang terkait dengan penyakit. "Misalnya mencari gen orang yang terkena avian influenza karena pada dasarnya manusia itu tahan flu burung. Justru kalau kena berarti ada kelainan genetik," tutur Prof. Sangkot.

Studi ini juga berguna untuk menentukan jenis obat berdasarkan gengtiknya, karena tidak semua obat cocok untuk gen yang berbeda.

5 Negara Dengan Kasus Pemerkosaan Paling Tinggi



Pemerkosaan sebuah tindakan kriminalitas paling dikutuk perempuan sejagat lantaran ini dikategorikan kekerasan pada harta mereka paling berharga. Bukan hanya pada saat kejadian, bekas fisik terluka, namun psikis tersayat lebih dalam. Bahkan beberapa kasus terjadi kejahatan yang sangat kompleks dan melibatkan dendam korban.

Kasus pemerkosaan juga merupakan peristiwa yang paling jarang dilaporkan lantaran korban yang seharusnya dirugikan bisa-bisa berubah menjadi tertuduh dan ini jelas kerugian dua kali. Kaum perempuan lebih banyak dituding menjadi penyebab kekerasan seksual ini lantaran pelbagai hal, mulai dari busana yang minim, tata rias tebal, pandangan menggoda, dan lain-lain. Amat jarang kebodohan lelaki dan ketidak mampuan mereka menahan syahwat menjadi sebab pemerkosaan.

Sebuah survei, penelitian, dan data dari anggota divisi statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Enrico Bisogno mengatakan, setidaknya ada lima negara dengan kasus pemerkosaan paling tinggi, seperti dilansir oleh International Business Times (29/1). Negara mana saja? Berikut ulasannya.

1. India

Tak dipungkiri kekejaman seksual di India kini tengah menjadi sorotan. Dalam waktu empat dekade pemerkosaan sudah meningkat 10 kali lipat. Di Ibu Kota New Delhi sendiri saban pekan ada satu kasus, itu pun sebab dilaporkan. Banyak pengiat anti pemerkosaan percaya masih ratusan kasus lain belum terlihat di permukaan.


2. Lesotho

Negara kecil di wilayah Afrika bagian selatan ini ternyata menyimpan kekelaman yang dalam terutama bagi para perempuan. Kekerasan seksual di negeri ini tersebar bahkan merata. Sekitar 88,6 persen pemerkosaan terjadi tiap 100 ribu penduduk pada 2011 menurut laporan PBB.

Hubungan antara lelaki dan perempuan yang timpang sebab norma budaya dan sosial menjadi penyebabnya. Korban kekerasan seksual dibungkam, sekitar 37 persen lelaki dewasa melakukan tindakan bejat ini dan sekitar 7-9 persen melakukan pemerkosaan beramai-ramai.


Itu baru di ibu kota. Survei kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan dalam data 2013, dalam waktu sebulan sekitar 3.760 kasus terjadi seantero India, ini artinya setiap 22 menit sekali ada perempuan tengah mendapat kekerasan seks.

Belum ada aksi pemerintah dalam hal ini. Meski undang-undang anti pemerkosaan sudah berlaku namun pelaku seolah tak jera dan tetap melancarkan perbuatan bejatnya.


3. Swedia

Swedia menjadi negara Eropa dengan tingkat pemerkosaan tertinggi sejagat nomor tiga. Sekitar 69 persen kasus terjadi dari 100 ribu penduduk pada 2012. Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya.

Sepertiga perempuan Swedia telah diserang secara seksual saat mereka transisi dari remaja ke dewasa. Selama dua dekade terakhir pemerkosaan meningkat empat kali lipat dan sekitar 4.000 orang remaja berusia 15 tahun.


4. Selandia Baru

Negara seperti Selandia Baru yang cukup tenang ternyata menyimpan catatan buruk terutama keselamatan para perempuan dari kekerasan seksual. Kasus Roast Buster paling tersohor memperlihatkan negeri itu sangat menyeramkan bagi wanita.

Roast Buster yakni sekelompok lelaki dari Kota West Auckland yang mencari sasaran gadis remaja di bawah umur untuk diperkosa beramai-ramai. Modusnya, para gadis ini dicekoki alkohol lalu dalam keadaan tidak sadar mereka mengalami kekerasan seksual ini.

Sekitar 30 persen kasus pemerkosaan terjadi pada 2012, polisi mencatat sekitar 3.466 kasus di tahun sama.


5. Belgia

Belgia menjadi negara nomor lima dengan tingkat pemerkosaan tinggi. Dalam laporan PBB rentan 2009-2011 jumlah kasus kekerasan seksual meningkat sekitar 20 persen.

Lebih parah lagi, sekitar 11.170 kasus pemerkosaan dilaporkan dalam dua tahun itu namun hanya 2.542 kasus yang ditangani oleh kepolisian Ibu Kota Brussels.

Dua tahun lalu PBB juga mencatat 11 kasus pemerkosaan terjadi setiap harinya.




Sumber

Misteri Arjuna dalam Kisah Mahabharata, yang singgah di Nusantara



Di kalangan sejarawan, muncul dugaan Peradaban Masyarakat Nusantara telah ada jauh sebelum kedatangan masyarakat Proto Melayu, yang diperkirakan ber-migrasi pada 3.500 tahun yang lalu.

Dugaan tersebut semakin kuat, ketika kisah mitologi Perang Mahabharata yang telah berusia 5.000 tahun, bercerita tentang Nusantara.


Perang Mahabharata dalam tinjauan sains

Melalui penelitian arkeologi, Dr Narahari Achar memperkirakan Kisah Perang Mahabharata terjadi pada sekitar masa 5.000 tahun yang silam (Sumber : Proof of The Dating for The Mahabrata War).

Quote:
The Mahabharata war is said to have taken place approximately 5000 years ago!

While a lot of Indians have consistenly believed that this was always the case, most Western scientists have always disregarded this as just another example of Indian myth.


mahabharata2

I exclude a few noted names like Dr Playfair from Edinburgh, who in his celebrated commentary gave active proof of the antiquity of the Vedas, but unfortunately somehow the whole idea that the Mahabharata war could be older than anything which did not come from the western world was denounced stridently.

That is to say until 2003 when noted scientist Dr Narahari Achar who is a Professor at the department of astrophysics in Memphis and quite a few other scientists came out with a certain software developed in collaboration with NASA which showed the exact picture of the sky (accurate to a few 1000ths of a second) as it was 5000 years ago.
Penemuan Dr Narahari Achar, membuka jalan bagi pemerhati sejarah, untuk bisa memahami keberadaaan masyarakat yang hidup di masa itu.


Hiranyapura, Kota Purba di Pulau Sumatera 

Hiranyapura atau Kota Emas, di dalam kitab mitologi kuno digambarkan sebagai kota yang melayang-layang di angkasa, yang di dalam buku Rahuvana tattwa, tulisan Agus Sunyoto, digambarkan berada di pulau Sumatera.

Di dalam kisah Mahabharata, kota ini disebut-sebut pernah didatangi Arjuna. Kota ini diceritakan diperintah oleh dua Raksasa, yang bernama Pouloma dan Kaalakeya (Sumber : Mahabharata Aranya Parva, Fourth Chapter).

Telah sama kita pahami, kisah mitologi terkadang berasal dari kisah nyata, namun telah dilebih-lebihkan peristiwa-nya.

Dalam memahami keberadaan Kota Hiranyapura, yang diceritakan melayang-layang di udara, mungkin bisa dimaknai sebagai kota yang berada di daerah yang tinggi.


Keberadaan masyarakat di dataran tinggi di Sumatera, bisa dibuktikan dengan penemuan arkeologi, yang telah berusia ribuan tahun di daerah sekitar Gunung Dempo (dalam wilayah pegunungan bukit barisan), Sumatera Selatan (Sumber : Misteri Sriwijaya di Gunung Dempo).

Dan hal ini juga, semakin memperkuat pendapat yang mengatakan, di wilayah sekitar pegunungan bukit barisan, selama ribuan tahun telah dihuni oleh Bangsa Mala (Bangsa Gunung), yang kelak menjadi leluhur dari suku-suku yang ada di Nusantara (Sumber : Islamic UFO (Grup Facebook)).

Asal Usul Peradaban Mesir dari Nusantara


Sekarang marilah kita beralih ke Timur Jauh dan asal-usul peradaban Mesir.
Kita sudah sebutkan di atas bahwa piramida Mesir berasal dari kompleks piramida di Indonesia – baik dalam bentuk maupun simbolismenya.
Memang, seperti yang kita nyatakan di atas, semuanya menunjukkan bahwa Imhotep – yang memulai siap dan sempurnanya seni bangunan piramida dari awal muncul di Mesir – mungkin dia hanyalah pemimpin sebuah geng pekerja tukang batu terampil dan pembuat artefak yang diimpor dari Indonesia. Hal ini dilakukan dengan cara yang sama dengan King Salomo (Nabi Sulaiman) yang kemudian mengimpor para pekerja tukang batu yang sama dari daerah yang sama, yang dipimpin oleh Hiram Abiff, pendiri Free-Masonry semi-legendaris.

Piramida atau punden berundak di Angkor Watt dan yang ada di Indonesia tidak hanya sempurna dan sama dahsyatnya dengan buatan orang-orang Mesir. Mereka berasal dari tradisi lokal seperti dari Ramayana dan Mahabharata, yang jauh lebih tua dan jauh lebih lokal daripada buatan orang-orang Mesir. Satu-satunya pengecualian mungkin tiga piramida besar Giza. Tapi kemudian, banyak petunjuk menunjukkan fakta bahwa mereka semua berasal dari Atlantis dan jauh mendahului kehadiran orang Mesir kuno di wilayah tersebut.
Memang, tiga piramida adik yang lebih muda tersebut tampaknya mewakili tiga puncak Guung Trikuta, Gunung surga Paradise tiga lapis yang telah kita bahas.

Kami tidak setuju dengan teori yang menyatakan bahwa piramida ini mewakili bintang dari Sabuk Orion. Kami menghitung perbedaan dalam representasi itu, dan mereka terlalu berada dalam kesalahan sepanjang sudut, intensitas dan jarak relatif yang terlibat.
Ketiga besaran menyimpang lebih dari 20% atau lebih, kesalahan jauh di atas kemampuan orang Mesir teliti, yang presisi adalah biasanya dalam 0,01% atau lebih baik di bawah kondisi yang sama.

Sayangnya, monumen tua dari India dan Indonesia sebagian besar telah menghilang. Dan ini adalah karena tidak benar-benar hanya karena berlalunya waktu tetapi kebanyakan akibaat dari tindakan manusia itu sendiri, yang secara konsisten menjarah monumen kuno baik untuk membangun yang baru atau, lebih buruk lagi, untuk fanatisme belaka dan kecerobohan.

Selain itu, bencana alam yang menyebabkan Atlantis tenggelam di bawah Laut Cina Selatan dan laut Jawa, mungkin kini ada di bawah semua atau sebagian besar struktur megah yang kami diijinkan untuk harapkan dari sebuah peradaban nenek moyang yang unggul semi-ilahiyah.

Siapa yang tahu apa saja keajaiban dan harta yang menunggu para explorer yang berani dan tak gentar untuk mencari di mana tidak ada seorangpun yang sejauh ini belum tampak ?
Orang-orang secara sistematis telah mencari Atlantisdi tempat yang salah, yang memang merupkan situs sejati Eden dan Eldorado, dan tanah surga lainnya yang seperti emas. Agak mengherankan bahwa hasil dasarnya mereka sejauh ini telah nihil.

Bahkan sisa-sisa sedikit rancangan desain piramida India dan Indonesia yang telah selamat dari masa lalu yang relatif baru yang cukup indah, telah menyilaukan bahkan orang yang tetap skeptis.
Fakta bahwa simbolisme piramida sangat hidup dan bermakna di Hindia, berbeda dengan, katakanlah, Mesir, di mana ia tidak pernah dijelaskan sama sekali, adalah bukti cukup asalnya sana, di negara-negara penuh pegunungan digambarkan oleh piramida itu sendiri.
Kompleks Piramida Borobudur (Jawa) telah dianggap sebagai monumen yang paling signifikan di belahan bumi selatan dan, mungkin, bahkan dari seluruh dunia.
Piramida yang berdiri di atas bukit dan naik 35 meter dari dasar, dengan ukuran 123 x 123 meter persegi.

Monumen piramida itu sendiri terdiri (seperti piramida Zozer itu) dari enam tingkatan/undakan persegi. Kemudian di atasnya ada tiga tingkat lingkaran lebih lanjut yang terdiridari banyak stupa berbentuk lonceng. Dalam semua, kami memiliki sepuluh langkah (jumlah Atlantis dan Jahveh). Struktur indah dari piramida kompleks Borobudur

Seperti dapat dilihat, ini piramida megah adalah perwujudan berbatu dari mandala, representasi bergaya Paradise dan beberapa tahap.

Stupa Puncak berisi Adi Buddha, yaitu ” Buddha primordial “. Dalam konsep Buddhis, Adi Buddha adalah “Primordial Man” (Leluhur Manusia), tokoh yang sama dengan yang ada di dalam agama Yudeo-Kristen-Islam yaitu Nabi Adam, di kalangan umat Hindu dikenal dengan Purusha dan di Mesir dengan Osiris.

Tiga dinding Ini sesuai dengan salah satu ciri dari Atlantis, dan kita temui dalam semua representasi seperti surga dalam Hindu. Ini juga figur tokoh dalam deskripsi surga yang tenggelam dan berbalik menjadi neraka seperti gambaran Tartarus di Hesiod (Theog. 726) dan dalam satu kisah Yerusalem Surgawi dari Kitab Wahyu.


Seperti yang kami katakan, Borobudur adalah salah satu monumen yang paling mengesankan yang pernah didirikan oleh manusia. Ini adalah bentukan antara candi dan monument peringatan di mana terkandung doktrin samar tentang Adi Buddha dan karyanya misterius Paradise yang terkena inisiat.

Dan doktrin ini berpusat pada kehancuran oleh api dan air, seperti yang terjadi pada Atlantis. Jika koneksi yang diperbolehkan, tidak ada keraguan bahwa mitos Atlantis berasal di Timur Jauh, karena memang begitulah adanya.

Piramida Candi Borobudur adalah merupakan symbol Gunung Suci (Gunung Atlas atau Meru), seperti kompleks yang mewakili Kota Suci.
Piramida enam tingkat undakan ini dibatasi oleh sebuah kuil (atau stupa) itu sendiri yang terdiri dari tiga tingkatan lingkaran yang di atas puncaknya ada sebuah kuil berbentuk lonceng mana relik Adi Buddha terkandung.
Dalam hal ini, Borobudur sesuai erat dengan piramida Zozer ini yang juga, terdiri dari enam tingkat undakan dan pada awalnya di atasnya ada sebuah kuil yang sekarang hilang.

Struktur tujuh tingkat undakan juga adalah karakteristik dari Piramida Mesir.
Piramida hampir selalu memiliki tujuh undakan/tingkatan, meskipun ini mungkin telah tersembunyi di bawah selubung luar yang mulus.

Seperti yang kita lihat, baik di Indonesia maupun di India, piramidanya sesuai dengan tradisi lokal dan geografi lokal, berbeda dengan Piramida di Mesir dan Mesopotamia, atau bahkan di Amerika, di mana mereka tidak masuk akal sama sekali, dan di mana arkeolog masih berdebat tujuan apakah mereka dibangun, apakah untuk melayani sebagai makam, cenotaphs, kuil atau apa pun?

Borobudur dan Simbolisme Beberapa Tingkatan Realitas pusat Borobudur pada wahyu bertahap dari beberapa tingkatan realitas ke initiants, atau kurang lebih sebagaimana dalam cara kuil-kuil Mesir lakukan, seperti dijelaskan di atas.
Tingkat terendah dari Borobudur sesuai dengan manifestasi realitas terendah dan ada kemajuan di tingkatan atasnya, sampai pada tingkatan realitas – yang sesuai dengan kondisi tertinggi pencerahan spiritual – tercapai di tingkat teratas.

Hal itu dimaksudkan untuk mencerahkan pengunjung dan menyebabkan kemajuan spiritual, karena ia naik secara bertahap dan akhirnya mencapai puncak.
Monumen Borobudur menyatakan kesatuan Cosmos yang diserap oleh cahaya kebenaran.

Ini menjelaskan paradoks persatuan incongruals (hal yang berlawanan) seperti Baik dan Jahat, api dan air, Kebenaran dan Ilusi, Penciptaan dan Penghancuran, Pria dan Wanita, dan sebagainya, dalam satu pribadi Tuhan sebagai Realitas Tertinggi.

Quote:
Adi Buddha, adalah “Kebijaksanaan Primordial” yang justru merupakan pengetahuan tentang asal-usul surgawi/paradisial kita di Timur Jauh (Nusantara), di wilayah Indonesia.
Adi Buddha adalah realitas rohani yang sama yang di Hindu disebut Mahavidya (“Maha Bijaksana”); yaitu Gnostik atau Gnosis (Pengetahuan Ketuhanan/Makrifat) atau Sophia (“Hikmah”); yang orang-orang Yahudi sebut sebagai Hokhmah (“Kebijaksanaan”) atau Binah (“Understanding”), dan sebagainya.
Bukanlah suatu kebetulan bahwa kita memiliki sepuluh sefirots (atau “aspek manifestasi ilahi”), sama seperti kita juga memiliki sepuluh langkah (tingkatan) di dalam piramida Borobudur atau sepuluh “lampu” di Kuil Salomo. Sebab, setelah semuanya, sepuluh adalah jumlah Atlantis (India), seperti tujuh adalah salah satu dari surga (Lemurian-Atlantis Nusantara).

Sejarah "Sinterklas Hitam" Mampu Buat Bung Karno Marah Besar

Natal yang jatuh tiap 25 Desember, merupakan hari yang ditunggu-tunggu umat nasrani. Tak hanya orang dewasa, anak-anak yang masih kecil pun bersuka cita menyambutnya.

Di berbagai negara, Natal biasanya identik dengan Sinterklas. Tokoh yang kerap digambarkan berbaju merah dengan jenggot putih panjang itu biasa membagi-bagikan hadiah kepada anak-anak saat Natal.

Karenanya, hari Natal dan Sinterklas sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Di era Orde Lama, Presiden Soekarno merupakan sosok yang sangat menyukai anak-anak. Bung Karno bahkan pernah mengundang seorang Sinterklas ke Istana untuk menyenangkan anak-anak yang diundangnya.

Warga Belanda yang masih tinggal di Indonesia saat itu pun kerap menggelar perayaan Sinterklas tiap 5 Desember, atau 20 hari sebelum Natal. Dalam tradisi Belanda, Sinterklas datang dari Spanyol dengan mengendarakan kuda. Hanya saja, di Belanda Sinterklas datang setiap tanggal 5 Desember alih-alih 25 Desember seperti negara lainnya.

Namun, kondisi tiba-tiba 180 derajat berubah. Bung Karno marah dan melarang perayaan Sinterklas digelar pada 5 Desember 1957. Kemarahan Bung Karno itu disebabkan oleh sikap Belanda yang tak mau hengkang dari Irian Barat.

Seperti dikutip dari buku 'Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen' Karya; Walentina Waluyanti de Jonge, kemarahan Bung Karno semakin menjadi ketika PBB pada 29 November 1957 memutuskan Irian Barat berada di kekuasaan Belanda. Hal itu menjadi tamparan keras bagi Bung Karno yang giat menyatukan wilayah nusantara.

Bung Karno lantas memberi ultimatum kepada orang Belanda dan keturunannya untuk segera hengkang dari Tanah Air. Sebelumnya, sejak penyerahan kedaulatan dari Belanda terhadap Indonesia pada 1949, Bung Karno mewajibkan orang Belanda untuk meninggalkan Indonesia.

Tak ada bungkus kado dan perayaan Sinterklas pada waktu itu. Padahal saat Indonesia masih dalam kondisi perang, warga Belanda dan keturunannya itu masih bisa merayakan hari Sinterklas. Namun, sejak kemarahan Bung Karno semuanya lenyap.

Pesta Sinterklas pada 5 Desember 1957 yang harusnya meriah menjadi kelabu. Peristiwa itu kemudian dikenal dengan sebutan 'Sinterklas Hitam.'

Gerakan antiBelanda kemudian cepat menjalar di masyarakat. Mereka menuntut warga Belanda segera hengkang dari Indonesia. Warga Belanda tak berani keluar rumah. Puncaknya pada Desember 1957, toko-toko dan kantor pos tak ada yang mau melayani mereka.

Mereka kemudian beramai-ramai meninggalkan Indonesia dengan menggunakan kapal laut yang disewakan oleh pemerintah Belanda. Rumah besar, harta kekayaan, semua ditinggalkan mereka. Bahkan banyak di antara mereka yang tidak membawa apa-apa, hanya membawa pakaian yang melakat di badan.

Di kapal, mereka saling menatap. Mereka bingung apa yang harus dilakukan di negeri yang ditujunya yakni Belanda. Sebab, banyak dari mereka yang merupakan keturunan alias Belanda-Indo. Mereka tak pernah datang ke negeri leluhurnya Belanda.

Istilahnya, rambut mereka boleh pirang, tapi banyak di antara mereka yang lahir dan besar di Indonesia. Sesampainya di negeri kincir angin, mereka disambut oleh Ratu Belanda, Juliana Louise Marie Wilhelmina van Oranje-Nassau.

Sang ratu berupaya membesarkan hati mereka dengan mengatakan 'Selamat datang di negeri sendiri.' Namun, banyaknya jumlah mereka membuat pemerintah Belanda pusing. Selain membangunkan rumah untuk mereka, pemerintah Belanda juga mengimbau kepada warganya untuk memberi tumpangan kepada mereka.

Demikianlah sejarah 'Sinterklas Hitam' era Bung Karno. Meski melarang perayaan hari Sinterklas, Bung Karno tak ada maksud menyingung sebuah agama. Sebab, sebelum emosinya meledak karena sikap Belanda yang enggan meninggalkan Irian Barat, Bung Karno kerap mengundang Sinterklas untuk menghibur anak-anak di Istana.

Langkah Soekarno itu adalah bagian dari diplomasi sebuah kepala negara. Diplomasi dengan sikap tegas dan lugas. Sikap tegas yang tak mau Tanah Air nya diinjak-injak oleh bangsa lain. Sikap nasionalisme demi mempertahankan keutuhan negaranya. Sikap radikal demi Indonesia Raya.

Keris Sakti paling Legendaris diIndonesia

1. Keris Mpu Gandring


Keris Mpu Gandring adalah senjata pusaka yang terkenal dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singhasari di daerah Malang, Jawa Timur sekarang. Keris ini terkenal karena kutukannya yang memakan korban dari kalangan elit Singasari termasuk pendiri dan pemakainya, ken Arok. Keris ini dibuat oleh seorang pandai besi yang dikenal sangat sakti yang bernama Mpu Gandring, atas pesanan Ken Arok. Setelah selesai menjadi keris dengan bentuk dan wujud yang sempurna bahkan memiliki kemampuan supranatural yang konon dikatakan melebihi keris pusaka masa itu. Kemudian Ken Arok menguji Keris tersebut dengan menusukannya pada Mpu Gandring yang konon menurutnya tidak menepati janji. Dalam keadaan sekarat, Mpu Gandring mengeluarkan kutukan bahwa Keris tersebut akan meminta korban nyawa tujuh turunan dari Ken Arok. Dalam perjalanannya, keris ini terlibat dalam perselisihan dan pembunuhan elit kerajaan Singhasari yakni: Tunggul Ametung, Ken Arok, Anusapati dan keturunan Ken Arok.


2. Keris Kyai Setan Kober


Keris Kyai Setan Kober adalah nama keris milik Adipati Jipang, Arya Penangsang. Keris ini dikenakan pada waktu ia perang tanding melawan Sutawijaya. Suatu saat tombak Kyai Pleret yang dipakai Sutawijaya mengenai lambung Arya Penangsang, hingga ususnya terburai. Arya Penangsang dengan sigap, menyangkutkan buraian ususnya itu pada wrangka atau sarung-hulu keris yang terselip di pinggangnya, dan terus bertempur. Saat berikutnya, Sutawijaya terdesak hebat dan kesempatan itu digunakan oleh Arya Penangsang untuk segera penuntaskan perang tanding tersebut, dengan mencabut keris dari dalam wrangka atau ngliga keris (menghunus), dan tanpa sadar bahwa wilah(an) atau mata keris Kyai Setan Kober langsung memotong ususnya yang disangkutkan di bagian wrangkanya. Ia tewas seketika. Sutawijaya terkesan menyaksikan betapa gagahnya Arya Penangsang dengan usus terburai yang menyangkut pada hulu kerisnya. Ia lalu memerintahkan agar anak laki-lakinya, kalau kelak menikah meniru Arya Penangsang, dan menggantikan buraian usus dengan rangkaian atau ronce bunga melati, dengan begitu maka pengantin pria akan tampak lebih gagah, dan tradisi tersebut tetap digunakan hingga saat ini.


3. Keris Pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten


Keris Pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten adalah dua benda pusaka peninggalan Raja Majapahit. Nagasasra adalah nama salah satu dapur keris luk tiga belas dan ada pula yang luk-nya berjumlah sembilan dan sebelas, sehingga penyebutan nama dapur ini harus disertai dengan menyatakan jumlah luk-nya.Bagian gandik keris ini diukir dengan bentuk kepala naga, sedangkan badannya digambarkan dengan sisik yang halus mengikuti luk pada tengah bilah sampai ke ujung keris. Salah satu pembuat keris dengan dapur Nagasasra terbaik, adalah karya empu Ki Nom, merupakan seorang empu yang terkenal, dan hidup pada akhir zaman kerajaan Majapahit sampai pada zaman pemerintahan Sri Sultan Agung Anyokrokusumo di Mataram. Dapur Sabuk Inten, seperti juga dapur Nagasasra mempunyai luk tiga belasdengan ciri-ciri yang berbeda yaitu mempunyai sogokan, kembang kacang, lambe gajah dan greneng.



4. Condong Campur


Condong Campur adalah salah satu keris pusaka milik Kerajaan Majapahit yang banyak disebut dalam legenda dan folklor. Keris ini dikenal dengan nama Kanjeng Kyai Condong Campur. Konon keris pusaka ini dibuat beramai-ramai oleh seratus orang mpu. Bahan kerisnya diambil dari berbagai tempat. Dan akhirnya keris ini menjadi keris pusaka yang sangat ampuh tetapi memiliki watak yang jahat.



5. Keris Taming Sari


Di ceritakan pemilik asal keris ini adalah merupakan pendekar atau hulu balang kerajaan Majapahit yang bernama Taming Sari. Keris ini kemudianya bertukar tangan kepada hulubalang Melaka yang telah berjaya membunuh Taming Sari bernama Hang Tuah. Perpindahan kepemilikan ini terjadi dalam suatu duel keris yang sangat luar biasa antara Taming Sari dan Hang Tuah, yang akhirnya dimenangkan oleh Hang Tuah.

Sejarah Melayu, Teori Sundaland dan Naskah Wangsakerta

Menurut Teori Antropologi, Bangsa Melayu berasal dari percampuran dua bangsa, yaitu Proto Melayu dan Deutero Melayu. Proto Melayu adalah ras Mongoloid, diperkirakan bermigrasi ke Nusantara sekitar tahun 2500-1500 SM, kemungkinan mereka berasal dari daerah : Provinsi Yunnan di selatan Cina, New Guinea atau Kepulauan Taiwan.

Sementara Bangsa Deutero Melayu berasal dari dataran Asia Tengah dan Selatan, yang datang ke Nusantara pada sekitar tahun 300 SM.Diperkirakan kedatangan Deutero Melayu membawa pengaruh budaya India yang kuat dalam sejarah Nusantara dan Asia Tenggara.
Proto Melayu dan Sundaland

Sebagaimana kita pahami bersama, setelah terjadi Peristiwa Bencana Nabi Nuh pada sekitar tahun 11.000 SM (13.000 tahun yang lalu), semua peradaban di bumi hancur dan yang tinggal hanya Keluarga Nabi Nuh beserta pengikutnya.

Sekelompok pengikut Nabi Nuh yang selamat, kemudian membangun peradaban di kawasan Sundaland. Di kemudian hari, di sekitar Sundaland menjadi sebuah Pusat Peradaban, yang dikenal sebagai Peradaban Atlantis.

Pada sekitar tahun 9.600 SM, menurut catatan Plato, Peradaban Atlantis ini hancur dilanda banjir. Penduduk Atlantis berpencar ke seluruh penjuru bumi. Mereka kemudian menjadi leluhur bangsa-bangsa di Asia Timur, seperti ras Mongoloid dan Altai (Sumber : Menyoal Asal-usul Identitas Bangsa Melayu dan Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam).

Setelah situasi di Nusantara dirasakan cukup tenang, ada sekelompok kecil dari bangsa Atlantis yang mulai “pulang kampung”. Dan pada puncaknya, mereka datang dalam jumlah besar, pada sekitar tahun 2.500 SM – 1.500 SM. Mereka ini kemudian dikenal sebagai bangsa Proto Melayu.
Teori Out of Sundaland

Keberadaan Peradaban di Sundaland, dikemukakan Profesor Aryso Santos dari Brasil, melalui bukunya Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Di dalam bukunya itu, Profesor Santos menyatakan, Sundaland adalah benua Atlantis, yang disebut-sebut Plato di dalam tulisannya Timeus dan Critias.

Sebelumnya pada tahun 1998, Oppenheimer menerbitkan buku berjudul,”Eden in the East : The Drowned Continent of Southeast Asia”. Secara singkat, buku ini mengajukan tesis bahwa Sundaland pernah menjadi suatu kawasan berbudaya tinggi, tetapi kemudian tenggelam, dan para penghuninya mengungsi ke mana-mana (out of Sundaland), yang pada akhirnya menurunkan ras-ras baru di bumi.

Hipotesis ini ia bangun berdasarkan penelitian atas geologi, arkeologi, genetika, linguistk, dan folklore atau mitologi. Berdasarkan geologi, Oppenheimer mencatat bahwa telah terjadi kenaikan permukaan laut dengan menyurutnya Zaman Es terakhir. Laut naik setinggi 500 kaki pada periode 14.000-7.000 tahun yang lalu dan telah menenggelamkan Sundaland. Arkeologi membuktikan bahwa Sundaland mempunyai kebudayaan yang tinggi sebelum banjir terjadi. Kenaikan permukaan laut ini telah menyebabkan manusia penghuni Sundaland menyebar ke mana-mana mencari daerah yang tinggi.

Dukungan bagi hipotesis Oppenheimer (1998), datang dari sekelompok peneliti arkeogenetika yang sebagian merupakan rekan sejawat Oppenheimer. Kelompok peneliti dari University of Oxford dan University of Leeds ini mengumumkan hasil peneltiannya, melalui jurnal berjudul “Molecular Biology and Evolution” edisi Maret dan Mei 2008, yakni pada makalah berjudul “Climate Change and Postglacial Human Dispersals in Southeast Asia” (Soares et al., 2008) dan “New DNA Evidence Overturns Population Migration Theory in Island Southeast Asia” (Richards et al., 2008).


Richards et al. (2008) berdasarkan penelitian DNA menantang teori konvensional saat ini bahwa penduduk Asia Tenggara (Filipina, Indonesia, dan Malaysia) datang dari Taiwan 4000 (Neolithikum) tahun yang lalu. Tim peneliti menunjukkan justru yang terjadi adalah sebaliknya, bahwa penduduk Taiwan berasal dari penduduk Sundaland, yang bermigrasi akibat Banjir Besar di Sundaland.

Ciri garis-garis DNA menunjukkan penyebaran populasi pada saat yang bersamaan dengan naiknya permukaan laut di wilayah ini, dan juga menunjukkan migrasi ke Taiwan, ke timur (New Guinea dan Pasifik), dan ke barat (daratan utama Asia Tenggara), terjadi dalam masa sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Sementara itu Soares et al. (2008) menunjukkan bahwa haplogroup E (Note : mungkin yang dimaksud haplogroup O), yang merupakan komponen penting dalam keanekaragaman mtDNA (DNA mitokondria), secara dramatik tiba-tiba menyebar ke seluruh pulau-pulau Asia Tenggara pada periode sekitar awal Holosen, pada saat yang bersamaan dengan tenggelamnya Sundaland menjadi laut-laut Jawa, Malaka, dan sekitarnya.

Lalu komponen ini mencapai Taiwan dan Oseania, pada sekitar 8.000 tahun yang lalu. Ini membuktikan bahwa global warming dan sea-level rises pada ujung Zaman Es 14.000–7.000 tahun yang lalu, sebagai penggerak utama human diversity di wilayah ini (Sumber : mail-archive).

Peta Sebaran Gen di Asia Tenggara, diambil dari L. Jin et. al


Migrasi Deutero Melayu menurut Naskah Wangsakerta

Setelah selama ribuan tahun Bangsa Proto Melayu mendiami Nusantara. Pada sekitar tahun 300 SM, datang bangsa pendatang, yang dikemudian hari dikenal dengan nama Deutero Melayu.

Teori Migrasi Deutero Melayu, ternyata bukan berasal dari Sejarawan Barat (Belanda), seperti NJ. Krom, Eugene Dubois, JG. de Casparis dan sebagainya, melainkan berasal dari seorang sejarawan Nusantara, yang bernama Pangeran Wangsakerta, beliau diperkirakan hidup pada pertengahan abad ke-17M.

Melalui Naskah Wangsakerta, beliau menuturkan Silsilah Aki Tirem (Sesepuh masyarakat Salakanagara, pada abad 1 Masehi), sebagai berikut :

“Aki Tirem putera Ki Srengga putera Nyai Sariti Warawiri puteri Sang Aki Bajulpakel putera Aki Dungkul putera Ki Pawang Sawer putera Datuk Pawang Marga putera Ki Bagang putera Datuk Waling putera Datuk Banda putera Nesan”

Selanjutnya ia menulis, leluhur Aki Tirem bernama Aki Bajulpakel berdiam di Swarnabumi (Sumatera) bagian Selatan, kemudian Datuk Pawang Marga berdiam di Swarnabumi bagian Utara dan Datuk Banda berdiam di Langkasungka India.
Quote:

Dari penyelusuran Genealogy di atas, nampak jelas bahwa jalur migrasi bangsa Deutero Melayu, adalah bermula dari tanah India, lalu memasuki Nusantara melalui Swarnabumi (Sumatera) dan kemudian menuju ke pulau Jawa (Sumber : Teori Antropologi “Migrasi Deutero Melayu”, ditemukan Panembahan Tohpati, Sejarawan Nusantara abad ke-17M).
Keragaman leluhur penduduk Nusantara, semakin diperkaya dengan kehadiran keturunan Nabi Ibrahim, dari Dinasti Pallawa yang dikenal sebagai Dewawarman I (Sumber : (Connection) Majapahit, Pallawa dan Nabi Ibrahim ?). Di kemudian hari Dewawarman I menjadi penguasa di Salakanagara, dan menikah dengan anak Aki Tirem, yang bernama Pohaci Larasati.

Kelompok Teroris Zionist Sebelum Adanya Israel

Quote:
Hashomer sang Pelindung Yahudi

Unggun Dahana menyatakan bahwa Israel adalah sebuah Negara penuh toleransi dan cinta damai. Tentu kita mengetahui ucapan itu tidak lebih dusta. Sebab dalam rekam jejak sejarahnya, sebelum berdirinya Israel pun tentara Zionis sudah menyiapkan seperangkat kelompok teroris yang akan bertugas membasmi rakyat Palsetina dan mendirikan Negara ilegal Israel.

Data dan fakta mengenai mereka sendiri pun tidak banyak terungkap. Padahal milisi-milisi kelompok teroris Zionis memliki andil penting dalam memuluskan jalan berdirinya Israel kelak pada tahun 1948. Oleh karenanya, berikut kita akan mengupas lebih jauh sepak terjang kelompok-kelompok teroris sebelum berdirinya negara penjajah Zionis Israel.

Kelompok Hashomer
Dalam bahasa Ibrani atau bahasa resmi Zionis Israel, Hashomer berarti penjaga atau pelindung. Kelompok ini termasuk organisasi teroris Zionis pertama dan terpenting sebelum pembentukan rezim Zionis. Aktivitasnya tidak lebih menjalankan aksi untuk melindungi koloni-koloni pemu****n Yahudi di Palestina.

Amos Perlmutter dalam bukunya Militer dan Politik di Israel menulis, “Unit Pertahanan pertama Yahudi di pengungsian dibentuk di penghujung abad ke 19 di Eropa Timur. Pada 1905, partai Puali Zion - yang didirikan sebelum gerakan Sosialis Zionis - mengawasi pembentukan kelompok-kelompok pertahanan di Palestina. Pada 1909, tempat mereka diambil alih, oleh kelompok Hashomer.

Menurut Madjid Sahafa dalam bukunya Negara Fiktif, mulanya Hashomer bukanlah merupakan kumpulan orang-orang Zionis yang sepaham, melainkan gabungan para aktivis Zionis dari Eropa Timur, Ukraina, dan Kaukasus. Belakangan, orang-orang Yahudi Marxis dari Rusia bergabung dan menciptakan spirit militerisme di dalam tubuh Hashomer.

Sedangkan Leonerd Mosely dalam bukunya Gideon Goes To War mengatakan bahwa pada 1907, imigran Zionis membentuk sebuah organisasi militer bernama Bar Guevara (Komunitas Rahasaia Yahudi). Bar Guevara sendiri adalah cikal bakal Hashomer yang di antara tugas yang dibebankan kepadanya adalah mengumpulkan informasi-informasi rahasia. Setelah dua tahun berljalan, reorganisasi pun dilakukan dan nama Bar Guevara kemudian diubah menjadi Hashomer. Sedangkan, para imigran Yahudi yang membentukBar Guevara adalah Yitzhak Ben Tarvi, Alexander Zeid, serta seorang bernama Israil Shuhet.

Meski mulanya Hashomer dibentuk untuk melindungi koloni-koloni pemu****n Yahudi, namun belakangan kelompok ini bermetamoforsis menjadi kelompok teroris, militer, dan spionase Zionisme. Hashomer memiliki pengaruh kuat pada sebagian besar organisasi-organisasi sosialis Zionis dan melancarkan aksi teror bagi warga Palestina.

Selain menjaga dan melindungi koloni-koloni Zionis di bumi para nabi itu, Hashomer juga membangun beberapa koloni pemu****n Yahudi untuk ditempati oleh para imigran Yahudi yang datang dari Eropa Timur.

Koloni pertama yang dibangun Hashomer adalah koloni Marjabia yang terletak di lembah Bisan. Setelah ituHashomer pun kembali membangun dua koloni lagi. Salah satunya bernama Tel Hadshim di lembah Bisan dan lainnya bernama Kofr Jaladi di desa Mithlah, sekitar kawasan Jalil.

Pada permulaan Perang Dunia Pertama, Hashomer sempat dikejar-kejar oleh pihak Turki. Khususnya setelah penangkapan Lisanisky - salah seorang anggota kelompok spionase bernama Neili -. Rahasia-rahasia kelompok Hashomer pun akhirnya terbongkar. Hal ini pun berujung pada penangkapan 12 anggotaHashomer.

Kendati demikian, orang-orang Turki tidak bisa memperoleh informasi lengkap perihal aktivitas anggota Hashomer dalam jaringan Zionis. Oleh karennya, Hashomer selamat dari pengejaran pejabat-pejabat Turki, tapi tidak bisa terbebas dari dampak spionase yang dilakukannya, yaitu pendeknya masa aktivitas organisasi dan pembubarannya.

Setelah Palestina jatuh ke tangan Pasukan Britania (Inggris), terbongkarlah bahwa beberapa pemimpin Hashomer bekerja pada sebuah jaringan spionase. Dan menjadi penghubung antara jaringan itu dengan komite politik Pishof. Meskipun belakangan diketahui bahwa sebagian bantuan dana itu tidak sampai ke tangan komite melainkan masuk ke kantong beberapa pengurus Hashomer.

Sepanjang periode kekuasaan Inggris atas Palestina, Hashomer meningkatkan aksi teror dan militernya terhadap warga Palestina dan Inggris.
Akhirnya pada permulaan dekade abad ke 20, ketika kaum Zionis merasakan kebutuhan mendesak untuk membentuk sebuah kekuatan militer besar, Hashomer pun mengusulkan pembentukan organisasi Haganahdan segera berinisiatif mendirikannya. Namun beberapa anggota Hashomer menolak usulan tersebut dan lebih memilih membentuk kelompok perang kecil bernama Brigade-Brigade-Perang.

Kelompok ini pun tetap berbentuk seperti ini, hingga revolusi terhadap orang-orang Palestina meletus tahun 1929. Namun setelah itu mereka terpaksa bergabung dengan Haganah.

Hingga pada akhirnya, Yutzhak Ben Tarvi, salah seorang pengurus Hashomer menjadi presiden Israel dan Ben Gurion yang menjadi perdana menteri pertama Zionis Israel adalah salah seorang pendukung utamanya.

Haganah

Seperti sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya,Hashomer adalah sebuah kelompok teroris Zionis yang kemudian bermetamorfosis menjadi sebuah kelompok teroris Zionis lainnya bernama Haganah (baca: "Hah Gah nah').

Menurut Ami Isseroff, Haganah adalah gerakan bawah tanah Yahudi yang didirikan pada tahun 1920 dengan nama resmi Irgun HaHagannah Ha'vri. Haganah bisa dikatakan sebagai salah satu pilar organisasi paramiliter Yahudi di wilayah Palestina saat masih menjadi wilayah mandat Britania Raya sejak 1920 hingga 1948.

Madjid Shafa dalam bukunya Negara Fiktif menyatakan bahwa kelompok ini merupakan Organisasi Militer Zionis yang memulai aktifitasnya sejak tahun 1921 di Jerusalem. Tujuan mereka tiak lain adalah mengusir kaum muslim Palestina dan menempatkan orang Yahudi di bumi para nabi tersebut.
Saat pembentukan organisasi ini, pemimpin mereka pun mengatakan bahwa tujuan dari didirikannyaHaganah adalah membela kehidupan, kepemilikan dan keagungan para warga Yahudi.

Oleh karena itu, begitu saja Haganah terbentuk, banyak elemen pasukan Yahudi yang segera bergabung di dalam barisan Haganah. Mereka notabene adalah orang-orang Yahudi yang pernah berperang di Balkan bersama pihak Inggris pada pertengahan Perang Dunia Pertama yakni antara tahun 1917 sampai 1918.

Menurut Madjid Shafa, membanjirnya para imigran Yahudi dari beberapa negara Eropa, khusunya Eropa Timur, diantara tahun 1920-1930 semakin memperkuat salah satu sel kelompok teroris Zionis ini. Hal ini dikarenakan bahwa sebagian besar imigran yang baru datang adalah pemuda. Banyak dari mereka yang juga memiliki pengalaman di bidang organisasi milisi dan rahasia di tempat-tempat pemu****n Yahudi di Eropa Timur.

Pada tahun 1920- 1930, di bawah pimpinan David Ben-Gurion, Haganah melaksanakan aksi teror dan kekerasan. Haganah yang semula hanya terbatas sebagai kekuatan bersenjata demi mempertahankan pemu****n imigran Yahudi, kemudian berubah menjadi laskar yang melakukan penyerangan terhadap warga Arab-Palestina. Mereka juga melakukan pengadaan dan pembelian senjata untuk merancang konflik dengan masyarakat Arab-Palestina yang kemudian dikenal dengan rencana Ben Zion Dinos, sebuah rencana yang menyusun daftar dan tanggal aksi pembunuhan terhadap para pemimpin Arab-Palestina saat itu.

Pemilihan tempat-tempat pemu****n Yahudi yang murni dibangun dengan tujuan strategis dan politis sangat berpengaruh dalam terbentuknya Haganah dan pola pikir para anggotanya. Pemilihan tempat pemu****n Yahudi tidak hanya berlandaskan pada faktor ekonomi, tapi juga faktor kebutuhan pertahanan sentral dan strategi penempatan warga Yahudi berdasarkan jaminan akan eksistensi politik warga Yahudi di seluruh tanah Palestina.
Menurut mereka, berhadapan langsung dengan warga Arab secara khusus akan mempengaruhi faktor ekonomi. Menurut mereka hal ini pada gilirannya akan menjadikan pemu****n Yahudi tersebut menjadi sebuah benteng kokoh untuk pertahanan Haganah. Program-program ekonomi dan pertanian pun akhirnya dijalankan secara bersamaan dengan program militer.

Haganah memiliki dua komando rahasia, yaitu komando tinggi sipil dan komando tinggi militer. Dua komando ini tunduk pada kelembagaan Zionis yang berpusat pada agen-agen Yahudi.

Palmach
Palmach merupakan organisasi militer yang didirikan pada tanggal 19 Mei 1941, menyusul ketidakpuasaan para pemuda di Kibbutesh (koloni pertanian) ketika pasukan sekutu mendekati Palestina. Kelompok teroris Zionis ini terdiri dari satuan-satuan yang para anggotanya memperoleh pendidikan khusus dalam teknik perang gerilya.

Menurut Madjid Shafa dalam bukunya Negara Fiktif, referensi terbaik perihal organisai Palmach bisa dilihat dalam sebuah buku Perjalanan Palmach yang dipublikasikan di Tel Aviv pada tahun 1953. Buku ini berbahasa Ibrani dan terdiri dari dua jilid. Palmach berdiri atas upaya Yitzhak Sara, yang kemudian menjadi pemimpin kelompok ini.

Yitzhak Sara tidak lain adalah mantan perwira tentara Tsar Rusia dan salah seorang pendiri tentara Israel. Sejak awal, organisasi ini memiliki hubungan dengan sebuah partai di Israel bernama Partai Mapam, sebuah partai sayap kiri yang berhaluan Marxis-Zionis.

Bisa dikata, Palmach adalah satuan militer profesional pertama yang selain disiplin, juga memiliki ideologi politik. Tujuan mereka ialah menguasai sepenuhnya situasi militer di Palestina. Organisasi ini adalah representasi dari aliran ekspansi militer dalam Gerakan Zionisme. Kelompok teroris Palmach berkembang dalam kurun waktu 1941-1948 dan memiliki beberapa cabang sehingga semua organisasi militernya menyebar di seluruh bumi Palestina.
Pada 20 Februari 1948, Palmach meluncurkan operasi di Kaisarea, Utara Tel Aviv, di mana mereka menghancurkan 30 rumah warga Palestina. Tujuannya adalah mencegah agar daerah tersebut dijadikan basis laskar rakyat Palestina.
Berkat hubungan baik dengan pemerintah sementara Inggris di Palestina, pasukan Palmach dapat memiliki senjata-senjata modern. Komandan Haganah juga memberikan perhatian khusus kepada mereka. Karena dengan kemahiran dalam melaksanakan tugas penyerbuan dan pengetahuan politik perihal prinsip-prinsip Zionisme Internasional, mereka dapat difungsikan sebagai pasukan penghancur Palestina oleh Haganah. Mereka memiliki komandan khusus yang dipilih oleh agen Yahudi di Tel Aviv, serta Komandan operasional di berbagai kota penting di Palestina, seperti Yerusalem dan Haifa.
Wanita juga memiliki peran penting dalam pelaksanaan operasi militer Palmach. Jumlah para wanita di sebagian unit Palmach mencapai lebih dari 30%. Selain ikut serta dalam operasi militer, mereka juga aktif dalam penjagaan, pertolongan pertama, dan jaringan komunikasi radio rahasia.
Palmach juga memiliki satuan spionase yang kuat. Mereka bisa memata-matai kamp-kamp tawanan perang Jerman. Beberapa personil mereka juga melakukan aktivitas mata-mata di Suriah dan Libanon dengan menyamar lewat pakaian khas Arab.

Setelah perang dunia kedua berakhir, pesonil-pesrsonil Palmach melakukan operasi melawan pemerintah sementara Inggris di Palestina. Pada tahun 1948, satuan-satuan Palmach bertempur melawan orang-orang Palestin di Front Selatan, khususnya Jalil Utara, Sina, Naqeb, dan Yerusalem. Mereka pun berhasil menduduki Padang Naqeb.

Palmach

Salah satu rencana Palmach adalah menggusur mayoritas penduduk muslim di Palestina. Hal ini diwujudkan melalui pembantaian-pembantaian yang dilakukan para teroris Zionis terhadap warga Palestina. Diantaranya adalah pembantaian di Desa Deir Yassin, yang dirancang oleh Palmach bekerjasama dengan kelompok Irgun, Stern, dan para pelaku kriminal lainnya.
Di setiap lembar buku perjalanan Palmach, seperti doktrin goyimYahudi maka warga Arab disebut sebagai musuh oleh mereka. Buku itu juga menyebutkan puluhan rencana patroli-patoliPalmach dalam operasi teror terhadap warga Palestina di berbagai penjuru negeri itu dan kawasan-kawasan yang harus diduduki.

Irgun, Siap Mati Demi Zionisme
Nama lengkap organisasi ini adalah Irgun Tezavi Leumi Baraetz Ysrail yang berarti “Satuan Militer Nasional di Tanah Israel”. Kelompok teoris ini dibentuk pada tahun 1931 menyusul protes atas kebijakan pertahanan Haganah yang diikuti oleh kelompok-kelompok bersenjata dari Gerakan Teroris Betar dan Haganah B. Untuk menunjukkan pada dunia dan khususnya muslim Palestina tentang siapa mereka, Irgun tampaknya sengaja membuat logo berupa gambar tangan sedang memegang senjata dan dibawahnya tertulis: Hanya ini caranya!

Irgun

Vladimir Jabotinsky, seorang pemimpin ekstrim Zionisme, merupakan aktor intelektual dibalik organisasi ini. Sedangkan David Raziel adalah perjuang gerakan bawah tanah Zionisme yang didaulat sebagai pemimpin militer Irgun. Selain itu ada pula nama Avraham Stern. Ia adalah anggota para militer Yahudi yang terkenal militan. Stern sendiri merupakan pendiri kelompok esktrem Zionis lainnya yang bernama Lehi atau kadang disebut Geng Stern. Posisinya di Irgun sebagai pengendali kebijakan politik kelompok teroris Irgun.

Irgun terinspirasi akan Zionisme revisionis, nasionalis ekstrimis, dan spirit militerisme. Ketika para pemimpin organisasi ini merasa bahwa Haganahberubah menjadi moderat, maka mereka pun membentuk Irgun. Sejak semula,Irgun tidak hanya berorientasi pertahanan, tapi juga penyerangan. Jadi kelompok ini selain terkenal militan juga bisa disematkan sebagai kelompok Zionis yang masuk kategori brutal. Mereka sama sekali tidak mau mundur seujung jarumpun dari tujuan-tujuan Zionisme. Bahkan Siap mati demi nilai jahat Zionisme.

Betar, Pemuda Zionis yang Anti Islam

nilah organisasi yang pernah membuat ulah dan provokasi bagi muslim Kanada dengan menyelenggarakan "Know Islamic Radical Week", Pebruari 2006 di Toronto. Meski membawa nama dan pembicara dari kalangan Islam, sejatinya mereka sedang memperolok-olok ajaran Islam. Ia pun mengundang Salim Mansur, Profesor di Ontario untuk berbicara hak-hak gay di Timur Tengah.
Organisasi Betar atau organisasi radikal pemuda Zionis merupakan salah satu bagian dari kelompok revisionis Zionis yang dipimpin Vladimir Jabotinsky. Organisasi ini dibentuk pada tahun 1923 di Polandia dengan tujuan mempersiapkan para pemuda Yahudi Polandia untuk hidup di Palestina. Mereka mendapatkan pembelajaran di bidang pertanian dan militer dan juga kursus bahasa Ibrani secara mendalam. Oleh karena itu tidak heran mereka memiliki misi untuk menyebarkan ideologi fasis bahwa hanya ada dua jalan bagi Zionisme: Perang atau Mati.

Sejumlah pemuda dengan ciri khas pakaian coklat ala pengawal Hitler, melakukan aktivitas militer dibawah organisasi teroris Zionis ini. Kelompok pemuda ini lebih memprioritaskan kegiatan militer ketimbang kegiatan lainnya. Mereka menyebut seorang Zionis Fasis seperti Jabotinsky sebagai bapak intelektual dan spiritual mereka.

Nama organisasi Betar sendiri diambil dari singkatan nama seorang perwira Yahudi tentara Tsar Rusia bernama Brit Yosef Trumpeldore. Ia terbunuh di tangan warga Palestina saat terjadi kerusuhan di salah satu kamp imigran Yahudi di kawasan Jalile Sofla.

Lehi, Brutal dan Tidak Kenal Kata Kawan
Quote:
We were not drafted by the whip, like a mob of slaves
To shed our blood in foreign lands
Our will is to be forever free
Our dream – to die for our country
From all directions, tens of thousands of obstacles
Cruel fate has placed on our path
But enemies, spies and prison houses
Will never be able to stop us

Lehi
Itulah secuplik mars kelompok Teroris Lehi yang ditulis Avraham Stern bersama isterinya Roni. Lagu tersebut menggambarkan bagaimana militansi keompokTeroris Lehi dengan visi yang cukup menyentak dunia, yaitu mendirikan dan mengabdi pada Zionis Israel: Hidup maupun mati.
Setelah kematian Jabotinsky sebagai aktor intelektual Irgun pada tahun 1940, maka Avraham Stern pun keluar dari Irgun. Namun karir Avraham Stern tidak lantas surut, pria yang sangat rasis dan pro Zionis ini segera saja membentuk sel kelompok teroris baru yang diberi nama Lehi Hirot Israil (Lehi) atau dalam bahasa Indonesia disebut "Perjuangan Untuk Kebebasan Israel". Sebuah nama yang absurd kalau tidak mau dibilang aneh, karena Israel merasa terjajah dan berjuang untuk bebas, ya anomali.

Sebab merekalah yang sejatinya menjajah dan bebas dari aturan hukum selama ini.

Lehi pun kemudian berkembang pesat menjadi basis militer Yahudi yang brutal dalam mendirikan Negara Zionis Israel. Mereka melancarkan aksi-aksi rekayasa agar Negara Zionis Israel cepat berdiri dengan mengorganisis para imigran Yahudi untuk berbondong-bondong menduduki tanah Palestina. Mereka pun aktif melancarkan propaganda tujuan Zionis ke seluruh dunia, yakni mendirikan Negara Yahudi di dua tepi sungai Yordan dan membentuk para pelobi Zionis di tiap konferensi perdamaian.

Organisasi Betar menyelenggarakan konferensi pertamanya pada Januari tahun 1929, di Warsawa, Polandia. Dalam konferensi tersebut diputuskan bahwa struktur organisasi Betar adalah murni militer, tidak yang lain.

Zion Mule Corps dan Cikal Bakal Tentara Israel

Yosef Tumpledor
Kelompok teroris ini didirikan oleh Yosef Trumpeldore. Ia adalah seorang aktivis Zionis yang tergolong generasi awal dan terkenal militan. Dilahirkan di Rusia tahun 1880, ia kemudian berkembang menjadi Tokoh Yahudi yang siap berkorban demi agama dan bangsa. Padahal, awalnya ia hanyalah seorang yang bercita-cita menjadi Dokter Gigi, namun keadaan memaksanya mengubah haluan bergabung ke barisan sukarelawan tentara Rusia pada tahun 1902.

Selama Perang Rusia-Jepang, Yosef pun berpartisipasi dalam pengepungan Port Arthur, di mana Yosef kehilangan lengan kirinya karena pecahan peluru. Ia sampai menghabiskan waktu seratus hari di rumah sakit untuk menjalani masa pemulihan.

Namun sekalipun masih dalam perawatan, ia lebih memilih untuk menyelesaikan baktinya terhadap Tuhan. Trumpeldor sepertinya benar-benar didedikasikan untuk negaranya, Rusia. Ketika ia ditanya tentang keputusannya kembali ke medan pertempuran meski dalam kondisi sebelah tangan, ia justru menjawab, "tapi aku masih memiliki satu lengan untuk diberikan kepada tanah air."

Terowongan Neyama Saksi Kekejaman Jepang Terhadap Romusha

 

PADA 17 November 1942, Sungai Brantas meluap, merendam 150 desa dan 9.000 rumah di Kabupaten Tulungagung. Luapan air juga menghancurkan areal pertanian. Genangan air di daerah hilir membentuk tanah berawa yang luas, yang oleh penduduk setempat disebut “campur darat.”
Quote:
Untuk mengatasinya, pemerintah Karesidenan Kediri membangun sebuah terowongan melalui wilayah perbukitan untuk menguras air yang masih menggenangi rawa-rawa ke Samudra Hindia. Selain itu, diharapkan terowongan itu bisa menjaga tanaman padi, yang sedang diintensifkan Jepang untuk menyuplai pasokan makanan tentaranya di medan perang.

Menurut sejarawan Universitas Keio Jepang, Aiko Kurasawa, pemrakarsa pembangunan terowongan tersebut adalah Residen Enji Kihara, lulusan Akademi Militer Jepang dan pernah menjabat kepala Departemen Pembangunan Kantor Gubernur Jenderal di Taiwan. Pembangunan dimulai pada Februari 1943.

Sebagai pelaksana proyek, sebuah koperasi irigasi diorganisasikan di bawah pangreh praja yang bertanggung jawab atas pencarian buruh dan pengamanan dana pembangunan. Proyek terowongan ini membutuhkan 20 ribu romusha dengan dana f.750 ribu; sebanyak f.300 ribu disediakan karesidenan dan sisanya pemerintah militer.

“Karena tidak ada buldoser dan jarang terdapat dinamit, seluruh pekerjaan dilakukan dengan tenaga manusia,” tulis Aiko Kurasawa dalam Mobilisasi dan Kontrol.

Beberapa bulan pertama pekerjaan berjalan lancar, dengan mempekerjakan lebih dari 10 ribu romusha per hari. Mereka mengeruk tanah dengan alat sederhana yang dibawa dari desa masing-masing. Setiap romusha mendapat upah sebesar f.0.14 per hari, sudah dipotong pajak dan makanan. Sedangkan mandor menerima upah f.0.38, sudah dipotong pajak.



Shigaru Sato dalam War, Nationalism, and Peasants menerangkan, untuk mengerjakan terowongan itu, dibuatlah saluran terbuka dengan meratakan punggung bukit. Batu-batu kapur di dasar punggung bukit harus dihancurkan namun tak tersedia cukup bubuk peledak. Permintaan bantuan kepada Departemen Transportasi Jepang di Jakarta ditolak. Bantuan datang dari kepala Departemen Industri, Tennichi Koichi. Dia berminat pada proyek terowongan itu yang dia anggap memiliki potensi meningkatkan produksi pertanian.

“Atas persetujuan atasannya, Yamamoto Moichiro, Tennichi setuju mengalihkan beberapa bubuk peledak yang telah disisihkan dari program pertambangan batu bara di Bayah (Banten Selatan),” tulis Sato.

Sebelum meledakkan bukit, staf Residen Kediri menerima informasi dari warga bahwa rawa-rawa itu sebelumnya menjadi landasan bagi korps penerbangan Angkatan Laut Belanda; dan ketika Belanda mundur mereka membenamkan beberapa bom. Ketika melakukan penyisiran, ditemukan 23 bom. Sebuah dealer bahan peledak milik seorang Tionghoa mengambil 10-20 ton bubuk peledak kuning dari bom-bom itu.

Selain menggunakan peledak, karesidenan juga meminjam mesin pengebor dan kompresor dari Ishihara Sangyo Co. Ltd. Departemen Administrator Militer di Jakarta mengirim seorang kapten Angkatan Darat, seorang insinyur sipil yang berpengalaman dalam pembangunan terowongan. Pembangunan terowongan pun dimulai pada Oktober 1943.

“Residen Kihara antusias. Dia sering bekerja di lokasi konstruksi, menggunakan bor dan mengatur dinamit sendiri. Sampai pada satu kesempatan dia keracunan gas yang dihasilkan oleh ledakan di dalam terowongan dan harus dibawa keluar dari terowongan,” tulis Sato.

Pembangunan menghadapi kendala. Masalah dana bisa diatasi tapi mobilisasi romusha tersendat, bahkan berkurang. Selain karena berlokasi di daerah tertutup rawa dan hutan penuh binatang buas, bahkan diyakini banyak hantu dan roh jahat, dan malaria merebak. Penduduk juga mendapatkan kabar bahwa pekerjaan itu sangat berat. Beberapa romusha tinggal tulang terbungkus kulit. Banyak yang sakit, bahkan meninggal dunia.

Pangreh praja dan pejabat desa dikerahkan dan diberi kuota untuk merekrut romusha. Untuk memenuhi kuota itu, mereka melakukan “bujukan” yang bersifat memaksa. Seorang kepada desa Gurah di Tulungagung mengirim sekitar 500 orang dari desanya.

Target awal pembangunan terowongan rampung awal Juni tapi meleset jadi Juli 1944. Terowongan itu, yang dalam bahasa Jawa disebut Tumpak Oyot (Akar Gunung), diterjemahkan Nishida, penterjemah yang bekerja di Karesidenan Kediri, menjadi Neyama: ne artinya akar dan yama berarti gunung. “Di antara penduduk lokal dan para buruh yang dimobilisasi membangun terowongan itu menyebutnya Neyama romusha,” tulis Sato.

Terowongan Neyama, tulis Aiko Kurasawa, membuat petani di wilayah tetangganya terbebas dari banjir. Tapi terowongan itu membawa akibat yang tak diperhitungkan sebelumnya. Nganjuk, wilayah Kediri utara, kekurangan air.

Terowongan tersebut masih bekerja baik hingga Jepang angkat kaki dari Indonesia. Kerusakan perlahan menghampiri antara lain oleh banjir bandang pada 1955. Empat tahun kemudian, terowongan dibangun kembali sebagai bagian dari Proyek Pembangunan Umum Sungai Brantas dengan biaya dari dana pampasan perang Jepang sebesar US$1.972.000. Proyek ini digarap dua perusahaan konstruksi Jepang, Nippon Koei dan Kashima Kensetsu, di bawah pengawasan Departemen Pekerjaan Umum. Pekerjaan selesai pada April 1961.

Karena Terowongan Neyama dianggap belum cukup menangani banjir di Tulungagung, terutama banjir windon setiap delapan tahun sekali, pemerintah Orde Baru membangun Neyama II yang diresmikan pada 1986.

Neyama kini menjadi objek wisata karena pemandangan dan terowongan drainase besarnya yang melewati gunung. Namun, di balik keindahan itu, ratusan bahkan mungkin ribuan romusha menjadi korbannya.

Sumber

Kajian Teknologi Umat Terdahulu bhg. 6



Para evolusionis tetap berpendapat bahawa manusia pertama adalah makhluk separa beruk yang ciri-ciri mental dan fizikalnya berkembang mengikut peredaran masa serta mendapat keupayaan baru, dan juga percaya bahawa tamadun berubah atas sebab itu. Menurut dakwaan tersebut, tanpa berlandaskan mana-mana bukti saintifik, moyang kita di zaman purbakala hidup liar, mempunyai peradaban hanya selepas menjadi manusia, dan merakam perkembangan budaya seiring dengan peningkatan keupayaan mental mereka. Gambar rekaan orang primitif, dengan seluruh badan diselaputi bulu, cuba menyalakan api sambil mencangkung di bawah kulit haiwan, berjalan di sepanjang tepian sungai dengan haiwan buruan yang masih segar di bahu, cuba berkomunikasi dengan temannya melalui gerak badan dan dengusan, semuanya hanya rekaan semata-mata.

Rekod fosil tidak menyokong fantasi sedemikian. Semua penemuan saintifik menyimpulkan bahawa manusia sememangnya telah diciptakan sebagai manusia, bermula daripada tiada, dan sentiasa wujud sebagai manusia sejak kali pertama diciptakan. Dapatan arkeologi juga langsung tidak menyokong kronologi evolusionis. Penemuan di zaman manusia baru belajar bercakap seperti yang didakwa evolusionis menunjukkan bahawa masyarakat purba pada masa itu sudah mempunyai dapur dan menikmati kehidupan berkeluarga. Di masa yang didakwa evolusionis bahawa manusia belum tahu tentang seni, objek hiasan dan bahan mentah untuk melukis telah ditemui semasa penggalian.


Semua penemuan ini membuktikan bahawa manusia langsung tidak pernah melalui kehidupan primitif dan liar. Tidak pernah wujud zaman tanpa tamadun di mana manusia hanya menggunakan perkakasan batuan dan kayu. Golongan beriman sentiasa memimpin cara hidup manusia, dengan pakaian, pinggan, mangkuk, sudu dan garpu dimanfaatkan dalam kehidupan. Manusia sentiasa hidup dalam pelbagai keadaan, berbicara, membina bangunan dan menghasilkan kerja seni bersesuaian dengan keperluannya. Terdapat doktor, guru, tukang jahit, jurutera, arkitek dan artis, dalam urutan sosial yang kukuh. Dengan inspirasi dari Ilahi, mereka yang memiliki pemikiran dan etika yang positif sentiasa memanfaatkan rahmat-Nya di muka bumi.

Sejajar dengan kemajuan teknologi dan pertambahan ilmu, sudah pasti berlaku perubahan dalam teknologi secara sendirinya. Alatan baru dibangunkan selari dengan keadaan semasa, dapatan saintifik ditemui, serta perubahan budaya berlaku. Walau bagaimanapun, peningkatan dalam perkembangan pengetahuan dan teknologi tidak membuktikan sebarang kewujudan evolusi.

Sudah menjadi kebiasaan untuk ilmu terus meningkat. Seseorang menikmati tahap pembelajaran yang berlainan di sekolah rendah, sekolah menengah dan universiti. Tetapi jika pengetahuan seseorang sentiasa bertambah sepanjang hidupnya, itu tidak bererti yang dia sedang berubah dan berkembang secara kebetulan. Perubahan yang sama juga berlaku dalam kehidupan masyarakat. Penemuan-penemuan terbaru juga dibuat sejajar dengan keperluan masyarakat, mekanisme baru dicipta dan secara beransur-ansur diperbaiki oleh genarasi berikutnya. Tetapi ini tetap bukan satu proses evolusi.


Recent Posts

comments powered by Disqus