7 Acara Tv Terlama Di Indonesia

Doraemon (1989 Sekarang)
[imagetag] 
Ini Adalah Program Kartun Luar Yang Terlama Tayang Di Indonesia Dari Sejak RCTI Lahir Hingga Sekarang & Jamnya Pun Tidak Berubah Tetap Setiap Minggu Pukul 08.00 WIB.


Tersanjung (1998 2006)

[imagetag] Tersanjung merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan di Indosiar mulai tahun 1998 hingga tamat tahun 2006 dengan 7 musim & 8 Tahun. 
Sinetron Ini Pada 2009 Mendapat Rekor MURI Sebagai Sinetron Terlama Di Indonesia Dengan Masa Tayang 360 Episode & Durasi Waktu Sesuai yang Disebut Di Atas.


Cinta Fitri (2007 2011)

[imagetag]
Sinetron Yang Dibintangi Shireen Sungkar & Teuku Wisnu Ini Juga Adalah Sinetron Terlama Selain Tersanjung Dengan Durasi Waktu 4 Tahun 7 Season & Mencapai 1000 Lebih Episode.


Kuis Dangdut (1995 2005)

[imagetag] Bisa Dikatakan Inilah Kuis Yang Semakin Melambungkan Nama Jaja Miharja & Ini Adalah Pelopor Kuis Tentang Dangdut Dengan Slogan Yang Melegenda "Apaan Tuh" 
Kuis Ini Juga Pernah Dapat Rekor MURI Sebagai Acara Kuis Terlama Di Indonesia Dengan Durasi Penayangan 10 Tahun Dan >1000 Episode.


Liputan 6 (1996 Sekarang)

[imagetag]
Liputan 6 SCTV adalah program berita televisi Indonesia yang disiarkan di SCTV. Dikenal sebagai program berita yang populer, slogannya adalah "Aktual Tajam Terpercaya". Liputan 6 pertama kali sejak tanggal 19 Mei 1996.
 
Liputan 6 SCTV disiarkan empat kali sehari: pagi, siang, sore dan malam. Meski namanya menggunakan angka "6", namun waktu tayangannya tidak semuanya tepat pada pukul enam berjudul Liputan 6 SCTV disiarkan pada pukul 18.00-19.00 WIB. Liputan 6 Pagi (hadir pertama kali pada 8 Juli 1997) disiarkan sejak pukul 05.00-07.00 WIB, Liputan 6 Siang (hadir sejak 8 Juli 1997) disiarkan pada pukul 12.00-13.00 WIB, sedangkan Liputan 6 Petang (hadir mulai 19 Mei 1996) disiarkan pada pukul 18.00-19.00 WIB dan Liputan 6 Malam (hadir pertama kali pada 8 Juli 1997) pada pukul 23.00-00.00 WIB pada kecuali hari Rabu (besok Kamis) maka setiap Rabu (besok Kamis) pukul 02.00-02.30 WIB dengan selama durasi 30 menit.
 
Segmen pendek berisi berita-berita terbaru Liputan 6 Terkini disiarkan dua kali sehari setiap Senin-Jumat pada pukul 10.00 dan 15.00 WIB, masing-masing berdurasi tiga menit. Liputan 6 Jawa Timur disiarkan hanya di SCTV stasiun relai daerah Jawa Timur. Program acara ini menayangkan berita-berita di Jawa Timur disiarkan dari Gedung SCTV Surabaya. Liputan 6 Jawa Timur mengambil waktu siar di dalam Liputan 6 Pagi, yakni pukul 06.00-06.30 WIB.


Seputar Indonesia (1991 Sekarang)

[imagetag] Ini Juga Merupakan Program Berita Terlama Yang Dipunyai RCTI , Sekarang Beberapa Nama Berita RCTI Terdahulu Sudah Diseragamkan Menjadi Seputar Indonesia Seperti Nuansa Pagi Menjadi Seputar Indonesia Pagi , Buletin Siang Menjadi Seputar Indonesia Siang & Buletin Malam Yang Menjadi Seputar Indonesia Malam Sedang Yang Sore Namanya Tetap Seputar Indonesia.


NGELABA (1994 2007)

[imagetag] Ngelaba Merupakan Acara Lawak Terlama Yang Dipunyai TPI , Acara Inilah yang Mulai Melambungkan Nama Grup Lawak Patrio Yang Terdiri Dari Parto , Akri & Eko. 
Pada Akhir Tayangannya Di Tahun 2007 MURI Menobatkan Ngelaba Sebagai Program Komedi Terlama Dengan Masa Tayang 13 Tahun. 



Tips Mengenali Pencopet & Cara Menghindarinya

1. Copet

Ini berdasarkan pengalaman beberapa kali memergoki copet beraksi diangkot kampung rambutan, Cileungsi dan Leuwiliang, beginilah cara copet diangkot beraksi.

Satu tangan diatas dan satu tangan lagi menyelinap dibalik tas atau jaket, copet satu lagi berjaga-jaga , mencoba mengalihkan perhatian atau mencopet penumpang lainnya.

Marilah kita kenali ciri-ciri pencopet:
1. Biasanya terdiri dari dua orang, baik naiknya bersamaan maupun tidak, jika tidak biasanya copet kedua naik tidak jauh dari copet pertama, pura -pura tidak kenal antar satu copet dengan temannya tersebut.

2. Membawa jaket ditangan atau tas besar namun tidak ada isinya, terkadang tas besar namun keliatan ringan mungkin diisi busa, tas atau jaket disimpan dipangkuan semua itu untuk menutupi aksinya.

3. Berpakaian rapi, beberapa yang saya temui pakai kemeja, pakai sepatu, ada juga yang pakai topi.

4. Umur bervariasi, waktu di daerah cileungsi dua-duanya umurnya sekitar 25 tahunan, sedangkan copet diangkot leuwiliang umurnya sekitar 40 dan 45 tahunan, yang lebih muda bertampang kumal.

5. Gerak-geriknya mencurigakan, biasanya memperhatikan si korban terlebih dahulu dari ujung kaki sampai ujung rambut.

6. Duduknya suka mepet berdekatan walaupun disekitarnya tempat duduk masih kosong.

Cara untuk menghindarinya:
1. Sisakan uang seperlunya untuk ongkos dikantong, simpan uang yang jumlahnya besar atau hape ditempat yang jauh dari jangkauan copet misalnya didalam lipatan baju didalam tas atau pecah-pecah uang dibeberapa tempat supaya jika salah satu hilang masih ada yang lain.

2. Curigai orang yang membawa tas besar atau jaket dipangkuan.

3. Curigai orang dengan gerak-gerik yang mencurigakan, duduk mepet-mepet, memperhatikan orang dari ujung kaki sampai ujung rambut.

4. Curigai orang yang salah satu tangannya tersembunyi dibalik tas atau jaket.

5. Jangan melamun dan usahakan tidak tertidur.

6. Jangan terpaku pada satu pandangan, cobalah sekali-kali melirik kearah lain.

7. Jangan coba-coba pamer hape, pake hape seperlunya dan simpan lagi ditempat yang aman.

8. Jika memakai tas dengan resleting ganda, ubah posisi resleting ke posisi atas supaya terlihat oleh penumpang lainnya.

9. Jika selama perjalanan anda tidak akan mengambil apa-apa dari tas, alangkah baiknya tas anda dibungkus dengan rain cover atau bag cover.

10. Jika di dalam angkot hanya tersisa Anda dan orang yang dicurigai copet, lebih baik anda turun dan mengganti dengan angkot yang lain, lebih baik rugi nambah diongkos daripada nyawa dan harta anda terancam, tapi ingat turunlah ditempat yang ramai.
 
 
 

Kota-kota Dengan Arsitektur Terbaik Di Dunia

1. Florence, Italia Kota Florence berarsitektur Renaissance abad pertengahan. Hal yang harus agan=C2=B2 ketahui dari kota ini adalah arsitektur mengagumkan dari Gereja-gereja yang berdiri megah. Salah satu yang tidak boleh terlewatkan dari kota ini adalah jembatan Ponte Vecchio yang masih ori 100% .
[imagetag] 
2. Paris, Prancis
 Paris mungkin sudah tidak asing lagi terdengar ibarat sebuah museum raksasa.Ya,disini terdapat menara Eiffel dan Moulin Rouge dan The Katedral Notre Dame, Louvre, Arc de Triomphe. Paris sendiri .
[imagetag] 
3. Berlin , Jerman

Rumah tua kota Berlin merupakan cara yang baik untuk memulai wisata. Tanpa mengesampingkan Sony Center, Reichstag museum Yahudi dan banyak lainnya. Sejak runtuhnya Tembok Berlin banyak terjadi perubahan arsitektur bangunan nya.

[imagetag] 
4. Brasilia , Brazil

Kota ini ditata saling berbatasan seperti salib sehingga bila dilihat dari udara tampak seperti kupu-kupu raksasa. Kota ini dinyatakan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO. Yang patut dilihat dari kota ini: Cathedral Basilica, Palacio de Alvarado, dan kompleks Kebudayaan Republik.

[imagetag] 
5. Shanghai , China

Agan=C2=B2 akan menemukan beberapa karya seni modern terbesar di kota ini. Gedung tertinggi di Jin Mao Tower dapat dengan mudah terlihat. Oriental Pearl Tower tidak hanya memiliki desain bangunan yg mengagumkan, tetapi agan=C2=B2 juga dapat berbelanja dan menginap

[imagetag] 
6. Athens , Yunani
 Agan=C2=B2 dapat langsung mengunjungi, Acropolis, Parthenon, Akademi Athena dan di stadion Olimpiade Athena karena sangat tidak etis mengomentari tentang arsitektur yg mengagumkan dari kota ini.
[imagetag] 
7. Barcelona , Spanyol
 Liburan mungkin terasa seru jika agan bisa mengunjungi : Park Guell, Palau de la musica Catalana, Hospital de Sant Pau, Candi Expiatori de la Sagrada Familia, dan Menara Komunikasi Montjuic.
[imagetag] 
8. Dubai, UEA

[imagetag] Tidak ada batasan di sini! Dubai benar-benar membangun apa pun yang tidak bisa dibayangkan di sana. Seluruh kota merupakan keajaiban arsitektur sehingga tidak perlu menyebutkan setiap bangunan pada khususnya. Tapi asal agan tau,dulunya ini hanyalah padang gersang yang terabaikan. 
9. Roma , Italia
 agan mungkin ga akan nemuin arsitektur modern di Roma,tapi agan bisa akan disuguhkan pemandangan Colosseum, Forum Romawi, Kapel Sistina, Pantheon dan Basilika St. Petrus di Vatikan.
[imagetag] 
10. Cichago , USA
 Kata pencakar langit ini diciptakan dalam arsitektur yang mungkin dibilang nyeleneh. Di sini terdapat Sears Tower ,gedung tertinggi di Amerika Serikat.
[imagetag] 




7 Orang Indonesia yang Paling Misterius

1. Supriyadi
Siapa sih yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Kalo elo-elo gak tau, tandanya pas pelajaran sejarah pada tidur di kelas ya, hehehe… Supriyadi adalah pahlawan nasional Indonesia, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, namun tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut. Pada waktu itu, Supriyadi memimpin sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang orang Indonesia.
 
Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah. Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho. Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya. Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini. Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang.

Namun yang membikin sosok Supriyadi semakin misterius adalah banyaknya kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Salah satu yang cukup kontroversial adalah sebuah acara pembahasan buku ‘Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno’, yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang. Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan Kini berusia 88 tahun. Namun sampai sekarang pengakuan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya, meski secara perawakan dan sejumlah saksi membenarkan klaim tersebut.
 
2. Tan Malaka
Salah satu sosok pahlawan nasional kita yang terlupakan. Mungkin salah sedikit (atau satu-satunya) sosok pahlawan yang memiliki kisah petualangan dari negara ke negara lain dan menjadi sosok yang paling dicari oleh Belanda dan banyak negara lain. Selain itu, pada masa revolusi kemerdekaan keberadaannya selalu dicari oleh para pejuang pada saat itu (termasuk oleh Bung Karno) karena hobinya melakukan penyamaran untuk menghindari mata-mata musuh, sehingga sosoknya selalu misterius dan tidak banyak yang mengenal dengan pasti seperti apa sosok yang bernama asli Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka itu. Namun sayangnya keberadaan dari tokoh aliran kiri ini hilang secara misterius dalam pergolakan revolusi kemerdekaan itu. Konon kabarnya Tan Malaka dibunuh pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya di daerah Kediri, Jawa Timur. Hingga kini makamnya tidak pernah bisa ditemukan.
 
3. Gunadarma
Borobudur dan Gunadarma adalah dua nama yang tidak bisa terpisahkan. Dalam sejumlah literatur, Candi Borobudur diarsiteki oleh sekelompok kaum atau sekelompok brahmana yang meletakkan dasar pada sebuah tempat pemujaan nya dan kemudian entah beberapa waktu kemudian (kemungkinan bisa puluhan, ratusan atau malah ribuan) dibuatkan sebuah proyek mega raksasa, pemberian sebuah “kulit” yang katanya dikepalai oleh seorang arsitek bernama Gunadarma.
 
Sedangkang siapa sebenarnya sekelompok kaum brahmana yang terdahulu tidak diketemukan catatan resmi tentang mereka, kemudian cerita tentang kepala penanggung jawab mega proyek pembuatan “kulit” situs tersebut yaitu Gunadarma juga tidak ada sebuah keterangan resmi mengenainya, bisa jadi kata Gunadarma adalah sebuah kata symbol dan bukan merupakan nama seseorang. Kalau memang benar Gunadarma yang mengarsiteki pembangunan Candi Borobudur, maka perlu kita acungi jempol (kalo perlu pake empat kaki!) bagaimana Gunadarma melakukan perencanaan yang tepat dengan kondisi teknologi yang pada saat itu belum begitu canggih. Namun sampai saat ini nama Gunadarma dan Borobudur itu sendiri masih menjadi misteri yang belum bisa diungkapkan dengan tuntas.
 
4. Ki Panji Kusmin
Suatu ketika majalah Sastra, dengan cetakan tahun VI No. 48, Agustus 1968, memuat sebuah cerpen yang berjudul Langit Makin Mendung yang dikarang oleh Ki Panji Kusmin (diduga ini nama samaran). Cerpen ini bercerita tentang Nabi Muhammad yang memohon izin kepada Tuhan untuk menjenguk umatnya. Disertai malaikat Jibril, dengan menumpang Bouraq, Nabi mengunjungi Bumi. Namun Bouroq bertabrakan dengan satelit Sputnik sehingga Nabi serta Malaikat Jibril terlempar dan mendarat di atas Jakarta. Di situ Nabi menyaksikan betapa umatnya telah menjadi umat yang bobrok. Cerpen ini adalah sindiran terhadap laku keagamaan masyarakat luas yang ''menyimpang'' pada waktu yang belum jauh berselang dari terjadinya Tragedi 1965.
 
Namun akibat penerbitan Cerpen yang bikin heboh umat ini, Ki Panji Kusmin dituduh telah melakukan penodaan terhadap agama karena mempersonifikasikan Tuhan, Nabi Muhammad, dan Malaikat Jibril. Tanpa ampun lagi H.B. Jassin selaku penanggung jawab majalah itu dibawa ke pengadilan dan dipaksa untuk mengungkap siapa sebenarnya Ki Panji Kusmin. H.B. Jassin menolak untuk mengungkap jati diri Ki Panji Kusmin. Untuk itu ia dituntut Pengadilan Tinggi Medan dan divonis in absentia berupa kurungan selama satu tahun dan masa percobaan dua tahun. Dan sampai saat ini pun identitas dari Ki Panji Kusmin tidak terungkap dan dibawa hingga ke liang lahat oleh H.B. Jassin.
 
5. Imam Sayuti alias Tebo
Suatu hari, pada 1970 hiduplah sepasang suami-istri Fai dan Nasikah di lereng Gunung Watungan, Desa Wuluhan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Fai bekerja sebagai kuli bangunan, istrinya membantu mencari kayu di hutan Ambulu. Masih pengantin baru, konon mereka belum sempat berhubungan suami-istri, Fai pergi ke kota untuk bekerja di proyek. Fai pun pamit untuk jangka waktu lama. Ternyata, baru tiga hari pamitan, 'Fai' pulang lagi menemui Nasikah. (Dipercaya sebagai gendruwo atau makhluk halus. Postur, cara bicara, suara, dan perilakunya persis Fai, sang suami asli). Nah, si gendruwo yang menyamar sebagai Fai ini kemudian menyetubuhi Nasikah. Nasikah, wanita desa itu, tenang-tenang saja karena menganggap 'laki-laki' itu suaminya yang sah. Bulan ketujuh Nasikah hamil, Fai palsu pamit. Datanglah Fai yang asli. Maka gegerlah sudah keluarga baru ini.
 
Untung saja, ulama terkemuka di Ambulu meminta Fai untuk bersabar karena istrinya tidak selingkuh. Ada pesan atau isyarat spiritual yang terjadi dengan istrinya. Lalu, lahirlah bayi penuh rambut di tubuh dengan bintik-bintik merah. Orang tuanya memberi nama Imam Sayuti. Tapi laki-laki kekar ini diberi nama gaib, Tebo, sesuai dengan petunjuk 'dari langit'. Tebo kemudian diasuh oleh pasangan suami-istri ini layaknya anak mereka sendiri. Sosok ini cukup menarik perhatian ketika Tebo dititipkan oleh manajer Wahana Misteri (penyelenggara pameran yang berkaitan dengan hal-hal gaib) pada tahun 1990 dan menjadi bintang pameran di sana. Akhirnya kontroversi keberadaan sosok ini merebak. Tentu suatu hal yang ganjil jika ada makhluk alam lain bisa ’bersetubuh’ dengan manusia dan melahirkan manusia ’gado-gado’. Hingga saat ini belum ada penelitian yang lebih ilmiah untuk membuktikan keberadaan ’makhluk’ ini.
 
6. Perobek Bendera Belanda Di Hotel Oranje
Peristiwa 10 November 1945 tentu tidak lepas dari dipicunya oleh salah satu peristiwa yang paling heroik, yaitu perobekan bendera Belanda di atas Hotel Oranje. Kisah ini dipicu oleh berita bahwa di Hotel Oranje di Tunjungan telah dikibarkan bendera Belanda merah-putih-biru oleh Mr Ploegman. Tentu saja hal tersebut tidak diterima oleh para arek-arek Suroboyo yang merasa pengibaran bendera tersebut dianggap sebagai penghinaan sebagai bangsa yang merdeka. Pada akhirnya Mr. Ploegman dibunuh oleh seorang pemuda mendekati dirinya tanpa ia ketahui dan menusukkan pisaunya bertubi-tubi. Pada saat itu Mr. Ploegman menghadapi ribuan massa di depan hotel yang menuntut penurunan bendera triwarna tersebut.
 
Pada saat itu teriakan untuk menurunkan bendera kian membahana. Sejumlah pemuda telah membawa tangga untuk naik ke atap hotel, terdapat 8 sampai 10 pemuda. Dari atap ada yang naik ke tiang bendera dalam gemuruh teriakan, lalu bagian biru bendera itu pun dirobek, dan jadilah kini Sang Merah Putih yang berkibaran di angkasa. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang menjadi perobek bendera tersebut? Dalam kondisi yang sangat kacau dan penuh massa, tentu tidak mudah bagi para saksi sejarah untuk mengetahui secara pasti siapakah yang melakukannya.
 
7. Penulis Buku Darmogandhul
Mungkin di antara karya-karya sastra kuno berbahasa Jawa, kitab Darmogandhul adalah salah satu sastra Jawa yang sangat kontroversial. Selain isinya banyak memutarbalikkan ajaran agama tertentu, juga kitab ini sarat dengan sejumlah keganjilan-keganjilan sejarah sebenarnya. Walaupun menggunakan latar belakang kisah runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak Bintara, namun kisah Darmogandhul mencuatkan hal-hal yang tidak masuk akal pada zamannya. Senjata api baru dikenal sejak kedatangan bangsa Eropa ke bumi Nusantara.
 
Darmogandhul ditulis setelah kedatangan bangsa Eropa, bukan pada saat peralihan kekuasaan dari Majapahit ke Demak Bintara. Lalu siapakah sebenarnya penulis kitab ini? Sampai saat ini belum ada yang bisa menunjukkan secara pasti siapakah pengarang kitab ’ngawur’ ini. Namun dari sejumlah analisis tulisan dan latar belakang sejarah dalam kitab itu, Darmogandhul ditulis pada masa penjajahan Belanda. Penulis Darmogandul bukan orang yang tahu persis sebab-sebab keruntuhan Majapahit yakni Perang Paregreg yang menghancurkan sistem politik dan kekuasaan Majapahit, juga hilangnya pengaruh agama Hindu. Kitab Darmogandhul diduga hanya produk rekayasa sastra Jawa yang dipergunakan untuk kepentingan penjajah Belanda.

Kajian Teknologi Umat Terdahulu bhg. 6



Para evolusionis tetap berpendapat bahawa manusia pertama adalah makhluk separa beruk yang ciri-ciri mental dan fizikalnya berkembang mengikut peredaran masa serta mendapat keupayaan baru, dan juga percaya bahawa tamadun berubah atas sebab itu. Menurut dakwaan tersebut, tanpa berlandaskan mana-mana bukti saintifik, moyang kita di zaman purbakala hidup liar, mempunyai peradaban hanya selepas menjadi manusia, dan merakam perkembangan budaya seiring dengan peningkatan keupayaan mental mereka. Gambar rekaan orang primitif, dengan seluruh badan diselaputi bulu, cuba menyalakan api sambil mencangkung di bawah kulit haiwan, berjalan di sepanjang tepian sungai dengan haiwan buruan yang masih segar di bahu, cuba berkomunikasi dengan temannya melalui gerak badan dan dengusan, semuanya hanya rekaan semata-mata.

Rekod fosil tidak menyokong fantasi sedemikian. Semua penemuan saintifik menyimpulkan bahawa manusia sememangnya telah diciptakan sebagai manusia, bermula daripada tiada, dan sentiasa wujud sebagai manusia sejak kali pertama diciptakan. Dapatan arkeologi juga langsung tidak menyokong kronologi evolusionis. Penemuan di zaman manusia baru belajar bercakap seperti yang didakwa evolusionis menunjukkan bahawa masyarakat purba pada masa itu sudah mempunyai dapur dan menikmati kehidupan berkeluarga. Di masa yang didakwa evolusionis bahawa manusia belum tahu tentang seni, objek hiasan dan bahan mentah untuk melukis telah ditemui semasa penggalian.


Semua penemuan ini membuktikan bahawa manusia langsung tidak pernah melalui kehidupan primitif dan liar. Tidak pernah wujud zaman tanpa tamadun di mana manusia hanya menggunakan perkakasan batuan dan kayu. Golongan beriman sentiasa memimpin cara hidup manusia, dengan pakaian, pinggan, mangkuk, sudu dan garpu dimanfaatkan dalam kehidupan. Manusia sentiasa hidup dalam pelbagai keadaan, berbicara, membina bangunan dan menghasilkan kerja seni bersesuaian dengan keperluannya. Terdapat doktor, guru, tukang jahit, jurutera, arkitek dan artis, dalam urutan sosial yang kukuh. Dengan inspirasi dari Ilahi, mereka yang memiliki pemikiran dan etika yang positif sentiasa memanfaatkan rahmat-Nya di muka bumi.

Sejajar dengan kemajuan teknologi dan pertambahan ilmu, sudah pasti berlaku perubahan dalam teknologi secara sendirinya. Alatan baru dibangunkan selari dengan keadaan semasa, dapatan saintifik ditemui, serta perubahan budaya berlaku. Walau bagaimanapun, peningkatan dalam perkembangan pengetahuan dan teknologi tidak membuktikan sebarang kewujudan evolusi.

Sudah menjadi kebiasaan untuk ilmu terus meningkat. Seseorang menikmati tahap pembelajaran yang berlainan di sekolah rendah, sekolah menengah dan universiti. Tetapi jika pengetahuan seseorang sentiasa bertambah sepanjang hidupnya, itu tidak bererti yang dia sedang berubah dan berkembang secara kebetulan. Perubahan yang sama juga berlaku dalam kehidupan masyarakat. Penemuan-penemuan terbaru juga dibuat sejajar dengan keperluan masyarakat, mekanisme baru dicipta dan secara beransur-ansur diperbaiki oleh genarasi berikutnya. Tetapi ini tetap bukan satu proses evolusi.


Kajian Teknologi Umat Terdahulu bhg. 5



Sepanjang sejarah, Allah telah mengutuskan pesuruh-Nya untuk mengajak manusia ke jalan kebenaran. Sesetengah daripada mereka patuh kepada utusan-utusan tersebut dan percaya akan kewujudan dan keesaan Allah, manakala sebahagian lagi tetap menolaknya. Sejak kewujudan manusia, mereka telah belajar percaya terhadap kesatuan dan keesaan Allah serta nilai moral agama sebenar melalui wahyu Ilahi. Oleh itu, dakwaan evolusionis bahawa masyarakat sebelum ini tidak percaya terhadap kesatuan dan keesaan Allah adalah salah. Al-Quran mendedahkan bagaimana Allah telah menghantar utusan sepanjang sejarah untuk mengajak manusia percaya dan hidup dengan nilai-nilai moral:

Pada mulanya manusia itu ialah umat yang satu (menurut agama Allah yang satu, tetapi setelah mereka berselisihan), maka Allah mengutuskan Nabi-nabi sebagai pemberi khabar gembira (kepada orang-orang yang beriman dengan balasan Syurga) dan pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar dengan balasan azab Neraka); dan Allah menurunkan bersama Nabi-nabi itu Kitab-kitab Suci yang (mengandungi keterangan-keterangan yang) benar, untuk menjalankan hukum di antara manusia mengenai apa yang mereka perselisihkan dan (sebenarnya) tidak ada yang melakukan perselisihan melainkan orang-orang yang telah diberi kepada mereka Kitab-kitab Suci itu, iaitu sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas nyata, mereka berselisih semata-mata kerana hasad dengki sesama sendiri.
Maka Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman ke arah kebenaran yang diperselisihkan oleh mereka (yang derhaka itu), dengan izinNya. Dan Allah sentiasa memberi petunjuk hidayatNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya ke jalan yang lurus (menurut undang-undang peraturanNya).|Qs. al-Baqarah: 213|
Ayat lain yang membuktikan bahawa utusan telah dihantar kepada setiap bangsa untuk memberi amaran kepada mereka, mengingatkan mereka tentang kewujudan dan keesaan Allah SWT, serta mengajak mereka untuk membuat kebaikan:
Sesungguhnya Kami mengutusmu dengan (agama) yang benar, sebagai pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman) dan pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar) dan tidak ada, sesuatu umat pun melainkan telah ada dalam kalangannya dahulu seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran.|Qs. al-Faatir: 24|
Walaupun Allah telah mengutus pesuruh-Nya dan kitab suci, sesetengah manusia masih lagi tidak mengerti dan membelakangkan kebaikan agama yang sebenar serta mengamalkan kepercayaan karut. Ada di antara mereka yang mengembangkan kepercayaan pagan yang menyalahi tatasusila dengan menyembah tanah, batu, kayu, Bulan atau Matahari, bahkan juga memuja semangat jahat. Begitu juga dengan dunia hari ini, bersama dengan masyarakat yang beriman kepada agama yang benar, terdapat juga golongan yang menyembah api, Bulan, Matahari serta berhala yang diperbuat daripada kayu. Walaupun sedar tentang kewujudan dan keesaan-Nya, sesetengah daripada mereka masih lagi mengasosiasikan Allah.

Namun, Allah tetap menghantar utusan untuk menyedarkan mereka tentang kesilapan yang telah dilakukan. Mereka diajak meninggalkan kepercayaan karut dan berpegang kepada agama yang benar. Sepanjang masa dalam sejarah, ada golongan yang beriman dan ada yang ingkar, ada yang hidup dengan kepercayaan yang suci dan ada yang melanggar hukum.

Golongan beriman yang hidup di zaman para nabi telah menikmati kehidupan berkualiti dengan penuh tamadun. Mereka hidup dalam rangka sosial yang tersusun semasa zaman Nabi Nuh a.s, Nabi Ibrahim a.s, Nabi Yusuf a.s, Nabi Musa a.s, dan Nabi Sulaiman a.s, seperti mana mereka hidup pada hari ini. Tanpa mengira usia, orang-orang yang beriman bersembahyang, berpuasa, patuh kepada aturan Allah, hidup dalam suasana yang bersih dan berlandaskan hukum. Penemuan-penemuan arkeologi memperlihatkan taraf kehidupan yang sangat baik, mulia dan bersih yang dijalani oleh mereka yang patuh kepada Allah. Di zaman mereka, para nabi dan rasul serta golongan yang beriman menggunakan cara terbaik dan bersesuaian dengan suruhan Allah.

Semua perkembangan teknologi di zaman Namrud telah digunakan sebaiknya oleh Nabi Ibrahim a.s dan mereka yang percaya kepadanya. Pengetahuan teknikal di zaman Firaun diaplikasikan dalam pekerjaan Nabi Yusuf a.s, Nabi Musa a.s, Nabi Harun a.s, serta pengikut-pengikut mereka. Tahap teknologi yang tinggi dalam bidang senibina, seni dan komunikasi di masa Nabi Sulaiman a.s digunakan dengan cara terbaik. Limpahan kekayaan dan kemuliaan yang dikurniakan oleh Allah sebagai rahmat kepada Nabi Sulaiman a.s menurunkan perasaan teruja kepada semua generasi.

Kita harus sedar bahawa segala informasi dan sumber yang dimiliki oleh masyarakat purba, termasuk juga yang dipunyai oleh masyarakat hari ini, merupakan anugerah Ilahi. Masyarakat ratusan ribu tahun dahulu mengasaskan tamadun, membuat lukisan menarik pada dinding-dinding gua puluhan ribu tahun dahulu, menghasilkan piramid dan ziggurat, membentuk tugu batu yang besar serta membina struktur-struktur hebat di altitud tertinggi Peru, semuanya mereka lakukan hasil ilham dan ajaran Allah. Mereka yang mengkaji zarah-zarah sub-atom hari ini, menghantar kapal ke angkasa dan menulis perisian komputer, juga atas keizinan daripada Allah. Segala pengetahuan yang dimiliki oleh manusia sejak penciptaan mereka merupakan rahmat daripada Ilahi, dan begitu juga dengan setiap tamadun yang telah diasaskan.Allah menciptakan manusia daripada tiada serta memberinya rahmat dan dugaan sepanjang hidupnya di dunia. Setiap rahmat yang dilimpahkan juga merupakan ujian. Mereka yang tahu bahawa peradaban, teknologi dan sumber yang dimiliki sebenarnya adalah anugerah Ilahi akan berterima kasih kepada Allah yang Maha Pemurah:
Dan (ingatlah) ketika Tuhan kamu memberitahu: Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambahi nikmatKu kepada kamu dan demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amatlah keras.|Qs. Ibrahim: 7|
Allah membenarkan hamba-Nya yang beriman untuk menikmati kehidupan yang menggembirakan di dunia dan juga di akhirat. Ini telah dijelaskan dalam Al-Quran:
Sesiapa yang beramal soleh, dari lelaki atau perempuan, sedang dia beriman, maka sesungguhnya Kami akan menghidupkan dia dengan kehidupan yang baik dan sesungguhnya kami akan membalas mereka, dengan memberikan pahala yang lebih dari apa yang mereka telah kerjakan.|Qs. an-Nahl: 97|
Sebagai manifestasi daripada ayat tersebut, Muslim sepanjang sejarah telah memiliki kaedah terbaik di zaman mereka dan memimpin ke arah kehidupan yang menyenangkan. Secara semulajadi, sebahagian mereka telah diuji dengan pelbagai kesusahan dan masalah, tetapi ini tidak bererti mereka hidup serba kepayahan, keadaan primitif, dan tidak bertamadun. Tidak kira betapa kaya, selesa dan maju peradabannya, mereka yang tetap ingkar dan hidup tanpa nilai-nilai moral yang baik serta membawa kerosakan di muka bumi, akan sentiasa berakhir dengan kekecewaan. Tambahan pula, ramai di antara mereka yang mungkin menikmati teknologi yang lebih maju berbanding dengan yang dimiliki masyarakat moden hari ini. Ini dijelaskan dalam Al-Quran:
Tidakkah mereka telah berjalan dan mengembara di muka bumi, serta memerhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu dari mereka? Orang-orang itu lebih kuat daripada mereka sendiri dan orang-orang itu telah meneroka bumi serta memakmurkannya lebih daripada kemakmuran yang dilakukan oleh mereka dan orang-orang itu juga telah didatangi oleh Rasul-rasulnya dengan membawa keterangan-keterangan yang jelas nyata (lalu mereka mendustakannya dan kesudahannya mereka dibinasakan). Dengan yang demikian, maka Allah tidak sekali-kali menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri.|Qs. ar-Rum: 9|
Anda mungkin juga meminati:

Kajian Teknologi Umat Terdahulu bhg. 4



Dalam pengkelasan sejarah, evolusionis secara dogmatik mentafsir objek-objek yang ditemui berlandaskan teori mereka sendiri. Berdasarkan dakwan mereka terhadap kebanyakan ketamadunan purba, logam masih belum ditemui sewaktu Zaman Gangsa, dan besi hanya mula digunakan kemudiannya.

Walau bagaimanapun, telah disebutkan tadi bahawa besi, keluli dan logam lain teroksida dan reput lebih cepat berbanding batu. Sesetengah logam seperti gangsa mempunyai daya tahan terhadap pengoksidaan dan kekal lebih lama berbanding yang lain. Maka, memang wajar jika objek gangsa yang ditemui adalah lebih berusia daripada objek-objek yang diperbuat daripada besi.

Tambahan pula, adalah tidak logik untuk mengatakan bahawa masyarakat yang mampu menghasilkan gangsa tidak perasan akan kewujudan besi, dan masyarakat yang mempunyai kemahiran teknikal dalam penghasilan gangsa tidak menggunakan logam-logam lain.

Gangsa dihasilkan dengan mencampurkan timah, arsenik dan antimoni, serta sedikit zink dan tembaga. Mereka yang membuat gangsa mesti mempunyai pengalaman kerja berkaitan unsur-unsur kimia seperti tembaga, timah, arsenik, zink dan antimoni, tahu tahap suhu untuk mencairkannya, dan mempunyai relau untuk mencair dan menggabungkan mereka. Tanpa pengetahuan tersebut, adalah sangat sukar untuk menghasilkan campuran logam yang berjaya.

Bijih tembaga didapati dari batu keras dan usang dalam bentuk hablur (juga dikenali sebagai ‘tembaga asli’). Masyarakat yang menggunakan tembaga terlebih dahulu harus mempunyai tahap pengetahuan untuk mengenal pasti serbuk tembaga daripada batuan pejal. Kemudian, lombong perlu dibina untuk mengekstrak, mengasing, dan membawa tembaga ke permukaan. Jelaslah bahawa tugas-tugas berkenaan tidak dapat dilakukan dengan perkakasan batu dan kayu.

Untuk mencairkannya, bijih tembaga mesti diletakkan di atas nyalaan api dengan suhu 1,084.5°C (1,984°F). Pam angin juga diperlukan untuk membekalkan aliran udara yang berterusan kepada api. Masyarakat yang bekerja dengan tembaga juga harus membina relau yang boleh menghasilkan suhu tinggi dan juga peralatan seperti periuk pelebur logam dan penyepit.

Ini adalah ringkasan berkaitan dengan kemudahan teknikal yang diperlukan untuk bekerja dengan tembaga – logam yang sememangnya terlalu lembut untuk bertahan lama terhadap sisi yang tajam. Penghasilan gangsa yang lebih keras dengan menambah timah, zink dan elemen lain kepada tembaga merupakan proses yang lebih canggih kerana setiap logam memerlukan proses berlainan. Semua fakta ini menunjukkan bahawa komuniti yang terlibat dengan perlombongan, penghasilan logam campuran dan pekerjaan logam harus mempunyai pengetahuan terperinci. Adalah tidak logik dan konsisten untuk mendakwa bahawa masyarakat dengan pengetahuan komprehensif sebegini tidak pernah menemui besi.

Sebaliknya, dakwaan evolusionis bahawa logam belum ditemui dan tidak diaplikasikan oleh masyarakat purbakala dibuktikan tidak benar oleh penemuan arkeologi. Bukti-bukti penemuan seperti tinggalan kenderaan air yang diperbuat daripada logam berusia 100,000 tahun, sfera logam berusia 2.8 bilion tahun, sebuah periuk besi yang dianggarkan berusia 300 juta tahun, serpihan tekstil pada tanah liat berusia 27,000 tahun, dan kesan-kesan logam seperti magnesium dan platinum yang berjaya dicairkan di Eropah ratusan tahun dahulu, tinggalannya berusia ribuan tahun.

Sisa-sisa yang berselerakan ini telah menghancurkan sepenuhnya klasifikasi Zaman Batu Kasar, Zaman Batu Gosok, Zaman Gangsa dan Zaman Besi. Tetapi, walaupun kebanyakan besar penemuan ini telah tercetak dalam banyak penerbitan saintifik, ianya masih diabaikan oleh saintis evolusionis atau mungkin juga disembunyikan di bawah muzium. Cerita rekaan evolusionis telah dipersembahkan sebagai sejarah manusia, bukannya fakta sebenar.InsyaAllah bersambung di artikel yang akan datang..teruskan membacanya.

Kajian Teknologi Umat Terdahulu bhg. 3



Seperti mana yang telah dilakukan dalam evolusi manusia, perspektif sejarah evolusionis juga mengkaji sejarah manusia dengan membahagikannya kepada beberapa jangka waktu. Konsep rekaan seperti Zaman Batu, Zaman Gangsa dan Zaman Besi merupakan bahagian penting kronologi evolusionis. Oleh kerana gambar khayalan ini dipaparkan di sekolah, surat khabar dan televisyen, kebanyakan orang menerima rekaan ini tanpa soal dan membayangkan manusia dulu kala hidup dengan hanya menggunakan peralatan batu purba dan ketiadaan teknologi.

Tetapi gambaran sebenar muncul apabila penemuan arkeologi dan fakta-fakta saintifik dikaji. Kesan dan tinggalan yang ada sehingga kini – peralatan, jarum, serpihan seruling, dekorasi dan hiasan peribadi – menunjukkan dari segi budaya dan sosial bahawa manusia sememangnya telah menjalani kehidupan bertamadun sepanjang sejarah.

Ribuan tahun dahulu, manusia tinggal di rumah, terlibat dengan pertanian, bertukar barangan, menghasilkan tekstil, makan, melawat kenalan, meminati muzik, membuat lukisan, merawat orang sakit, melakukan penyembahan – ringkasnya, mereka menjalani kehidupan normal seperti mana hari ini. Golongan yang memberi perhatian kepada ajaran nabi-nabi utusan Allah telah mengimani-Nya, Tuhan yang Satu, manakala golongan yang lain menyembah berhala. Orang beriman berpaut pada nilai moral seperti yang dikehendaki oleh Allah, sementara pihak lain terlibat dengan pelbagai amalan karut dan upacara menyimpang. Sepanjang sejarah, seperti mana hari ini, terdapat golongan yang percaya dengan kewujudan Allah, dan juga golongan pagan dan ateis.


Sejak dulu lagi, tentunya ada di antara manusia yang hidup serba ringkas dan dalam keadaan primitif, dan ada juga masyarakat yang hidup lebih maju. Tetapi ini sama sekali tidak membuktikan evolusi sejarah, kerana sementara satu bahagian dunia melancarkan kapal ke angkasa, masyarakat di satu bahagian lagi masih tidak dilengkapi dengan kemudahan elektrik. Walau bagaimanapun, ini tidak bermaksud bahawa mereka yang membina kapal angkasa adalah lebih maju secara mental atau fizikal – dan berkembang jauh dan lebih berbudaya – tidak juga bermakna golongan yang satu lagi hampir kepada manusia beruk khayalan. Semua ini sekadar menunjukkan perbezaan dalam budaya dan tamadun.

Jika anda mengkaji sejarah manusia seperti mana yang didakwa oleh evolusionis, anda akan menemui paparan terperinci tentang bagaimana moyang manusia yang kononnya primitif menjalani kehidupan seharian mereka. Sesiapa pun yang tertarik dengan cara berwibawa dan berkeyakinan ini tanpa sebarang ilmu tentang subjek tersebut, juga akan menganggap semua ‘rekaan semula yang serba artistik’ ini adalah berdasarkan bukti saintifik. Para saintis evolusionis hadir dengan penerangan terperinci seolah-olah mereka telah wujud sejak ribuan tahun dahulu dan berpeluang untuk melakukan pemerhatian. Mereka mengatakan bahawa moyang kita – yang kini telah belajar untuk berdiri di atas dua kaki dan tidak tahu menggunakan tangan – mula membuat peralatan dari batu, dan untuk sekian lamanya mereka tidak menggunakan selain daripada peralatan yang diperbuat daripada batu dan kayu. Hanya kemudiannya mereka mula menggunakan besi, tembaga dan loyang. Tetapi dakwaan ini lebih berdasarkan salah tafsiran dalam penemuan yang selari dengan pra-andaian evolusionis, bukan fakta saintifik.


Seorang ahli arkeologi, Paul Bahn dalam bukunya yang bertajuk Archaeology: A Very Short Introduction menjelaskan bahawa evolusi manusia adalah cerita dongeng semata-mata, dan menambah bahawa banyak sains yang berdasarkan cerita dongeng seumpamanya. Beliau bertegas bahawa perkataan ‘dongeng’ digunakan dalam makna positif, tetapi hakikatnya itulah yang sebenarnya. Beliau kemudian mengajak pembacanya untuk memikirkan tentang ciri-ciri tradisional evolusi manusia: memasak dan unggun api, gua yang gelap, upacara, pembuatan alatan, penuaan, perjuangan dan kematian. Beliau ternyata merasa ragu, berapa banyak daripada andaian ini yang berdasarkan kepada telulang dan tinggalan sebenar, dan berapa banyak yang berlandaskan kriteria sastera?

Bahn enggan untuk menjawab secara terbuka persoalan yang diutarakannya: iaitu, evolusi manusia lebih berlandaskan kepada kriteria sastera berbanding saintifik.

Hakikatnya, masih terdapat banyak persoalan yang belum terungkai dan ketidaksejajaran dalam penjelasan tersebut, dan sukar untuk dikesan oleh mereka yang mempunyai dogma evolusionis. Misalannya, mereka merujuk kepada Zaman Batu, tetapi gagal untuk menjelaskan bagaimana perkakas dan tinggalannya dibentuk dan diukir. Walaupun berkeras bahawa dinosaur mula bersayap dan terbang dalam usaha untuk menangkap lalat, tetapi mereka juga tidak mampu menerangkan bagaimana serangga bersayap berkebolehan untuk terbang. Mereka cenderung untuk melupakan semua persoalan, dan ingin orang lain mengikut jejak mereka.


Namun begitu, membentuk dan mengukir batuan bukanlah satu tugas yang mudah. Adalah mustahil untuk membuat peralatan batu yang tajam dan sempurna, seperti yang terdapat di zaman sekarang, dengan menggeserkan batu dengan batu. Membentuk batu kasar seperti granit, basalt dan dolerit tanpa memecahkannya hanya boleh dilakukan dengan menggunakan kikir besi, mesin pelarik dan ketam. Begitu juga dengan gelang, anting-anting dan rantai leher yang berusia puluhan ribu tahun yang tidak mungkin dapat dihasilkan dengan perkakas batuan. Lubang-lubang halus pada objek berkenaan tidak dapat dibuat dengan menggunakan batu. Hiasan juga tidak dapat dibentuk dengan mengorek atau mengikisnya dengan batu. Kesempurnaan pada objek-objek yang dipersoalkan menunjukkan bahawa logam pejal pasti telah digunakan.

Ramai ahli arkeologi dan saintis telah membuat ujikaji untuk melihatkan sama ada artifak purba boleh dihasilkan seperti yang dibayangkan oleh evolusionis. Profesor Klaus Schmidt, contohnya, telah melakukan eksperimen terhadap ukiran pada blok batuan di Göbekli Tepe, Turki, yang dianggarkan berusia 11,000 tahun. Beliau memberi perkakas batu kepada beberapa pekerja, jenis sama yang telah digunakan pada waktu dulu berdasarkan dakwaan evolusionis, dan menyuruh mereka membuat ukiran sama pada jenis batuan yang sama. Selepas berusaha dua jam tanpa henti, apa yang mereka dapati hanyalah kebuntuan.


Anda juga boleh melakukan ujian yang sama di rumah. Dapatkan sepotong batu keras seperti granit dan cuba jadikannya lembing seperti yang telah digunakan oleh mereka yang hidup 100,000 tahun dahulu. Tetapi anda tidak dibenarkan untuk menggunakan selain daripada sepotong granit tersebut dan juga batu. Sejauh mana anda rasa dapat melakukannya? Mampukah anda menghasilkannya dengan hujung runcing, simetri, kehalusan dan gilapan yang sama seperti yang terdapat dalam lipatan sejarah? Mari kita bergerak lebih jauh; dapatkan sepotong granit berukuran satu meter persegi, kemudian cuba ukirkan gambar seekor haiwan untuk menunjukkan kedalaman ukiran pada permukaan granit. Bagaimanakah keputusan yang mungkin anda akan perolehi dengan mengasah batu pada sepotong batu pejal? Jelas bahawa tanpa adanya perkakas besi dan keluli, anda tidak akan mampu membuat walaupun sebentuk lembing, apatah lagi ukiran batu yang menarik.

Pemotongan dan pengukiran batuan adalah bidang yang memerlukan kemahiran tersendiri. Teknologi yang diperlukan adalah penting untuk membuat kikir besi, mesin pelarik dan perkakas lain. Ini menunjukkan bahawa alatan berkenaan memang telah digunakan pada masa tersebut dan teknologi ‘primitif’ juga berkembang maju. Dengan erti kata lain, dakwaan evolusionis bahawa cuma peralatan batu yang diketahui dan ketiadaan teknologi hanyalah sekadar mitos. Zaman Batu tidak pernah wujud.


Namun, adalah munasabah bahawa peralatan keluli dan besi yang digunakan untuk memotong dan membentuk batuan tidak kekal sehingga ke hari ini. Dalam persekitaran yang secara semulajadi lembap dan berasid, semua alatan logam akan melalui pengoksidaan dan akhirnya lesap. Apa yang tinggal hanyalah pecahan dan serpihan batuan hasil kerja mereka yang mengambil masa lebih lama untuk lenyap. Tetapi untuk mengkaji serpihan berkenaan dan mengatakan bahawa masyarakat dahulu kala cuma menggunakan batu bukanlah rumusan saintifik.

Kini, ramai evolusionis akur bahawa penemuan arkeologi tersebut langsung tidak menyokong Darwinisme. Seorang ahli arkeologi evolusionis, Richard Leakey, mengakui bahawa dakwaan terhadap penemuan-penemuan itu adalah mustahil dari perspektif teori evolusi, terutamanya peralatan batu:


Hakikatnya, bukti kukuh tentang kelemahan hipotesis pengikut Darwin boleh ditemui dalam rekod arkeologi. Jika mereka benar, maka kita berharap untuk melihat kewujudan serentak bukti dalam rekod-rekod arkeologi dan fosil bagi hidupan berkaki dua, teknologi dan pembesaran saiz otak. Tetapi tidak kita. Hanya satu aspek rekod pra-sejarah sudah mencukupi untuk membuktikan bahawa hipotesis itu tidak benar: rekod perkakasan batuan.1bersambung..

Recent Posts

comments powered by Disqus