Index Kumpulan Software



Index ini berisi list beberapa software yang ada di sub forum windows dan yang ada di thread ini.

Dipersilahkan bagi member buat post link software lainnya yang belum ada di index, thanks.
Tolong jangan reply post klo post-ny tidak berupa link thread / software. 1 ID = 1 Post :D

Office And Reader
Internet And Networking
Security
System Utilities
Grafik And Imaging
Multimedia Tools
Windows Verse
Customization

Mixed And Unsorted


Index Thread Pilihan di Threads ini :



Credit: Upload-er + Post-erthanks tuk mrk yang gk bisa disebutin namanya satu - persatu :onion-72:


Index list of SF Windows Software

download aja disini[MF] (belum semua terindex)

download aja disini [MF] (index 2 - 300 thread dari ~4000 thread)

OS Installer (.ISO)

Windows 7 Official Thread

Windows Server 2003 R2 Enterprise Edition
Windows Xp home Edition
Windows Vista SP2 Lite [HF-FF-RS]
Windows Vista Ultimate 32 Bit hanya [80MB]
Windows XP Evolution Black SP3 January 2010 with WMP 11 + IE 8
Windows XP Extreme Se7en 2010 XGamer
Windows XP Gamer Edition V3.1 [93 Mb only]
Windows XP Live CD with Kapersky Anti-Virus 2009 [Highly Compressed]
Windows XP Media Center Edition 2005 SP3
Windows XP NASA Second Generation SP3 2010
Windows XP Professional SP3 2010 Corporate
Windows XP Professional SP3(03/June/2009)
Windows XP SP3 VisionXP 3G
Windows XP SP3 Media Center Only 1 CD
Windows XP SP3 OEM Collection [HP, DELL, SONY, TOSHIBA, IBM, ACER][MF]
Windows XP Service Pack 3 - ISO-9660 CD Image File
Windows XP Pro SP2 x64 Untouched
Windows NeZaMy 2009 [New]-[version of Windows XP Pro SP3]
Windows Ice XP v3.01 Reloaded English
Windows MissU (Around The World) With Sound+VGA Driver Support. ISO / 700 MB


Antivirus & Security

19 Anti Virus Collection 2010
Avast! Antivirus Professional & Internet Security [HF | RS]
Avira AntiVir Premium Security Suite v10.0.0.13
Avira AntiVir Premium v9.0.0.555 [HF]
Avira AntiVir Premium 2009 v9.0.0.446
a-squared Free v4.5.0.24 2010 [MF]
Rootkit Scanner
AVG Internet Security v9.0.663.1703 Incl. Serial [HF]
Anti-Trojan Elite 4.7.2 MultiLang [RS]
BitDefender Game Safe



Multimedia
KMPlayer 2.9.4.1436 Final [BU]
J.River Media Center 14.0.96 [RS]
BlazeVideo BlazeDVD Professional v5.1.0.3 Multilingual [IDWS]
All Video audio Player Collection [IIX]


Network & Internet Utility


Tools & Utility


Software Collection
All Namsadin Software/Aplikasi Edisi 2010 [HF]


Other

A fun way to play the piano from your PC [IX]
Aplikasi Manajemen Barang Bahasa Indonesia
Free Billing Open Source + Cara Penggunaannya [IDWS]
Gordo SB 2009 v4 1 3 0 - aplikasi Payroll sederhana [RS]
Data Doctor Billing and Inventory Management Software 2.0.1 [RS]
i-Doser Brain Wave Software
Primbon -Ramal diri sendiri...[MF]
Program kasir 
Software Database Sekolah


Imam Ibnu Malik al-Andalusy, Pakar Gramatika Kelas Dunia

Imam Ibnu Malik al-Andalusy, Pakar Gramatika Kelas Dunia
Ia dikenal sebagai ahli gramatika. Kehebatannya diakui ulama sezamannya. Bahkan, menurut catatan sejarah, ia malah melampaui para pendahulunya. Ia menulis banyak kitab. Hampir seluruh karangannya membahas gramatika Arab. Hebatnya, kitabnya tidak hanya naratif, tapi juga berbentuk lagu. Sungguh model tulisan yang susah untuk ditiru. Salah satu karangannya adalah kitab al-Khulashah yang akrab disebut Alfiyyah. Terdiri dari 1002 bait yang disusun rapi sehingga mudah dipahami. Berabad-abad, dalam soal gramatika, kitab ini menjadi rujukan inti. Baik bagi pemula maupun para ahli.
Dialah Imam ibn Malik. Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Jamaluddin Muhammad ibn Abdillah ibn Malik al-Tho’i al-Jayaniy al-Andalusy. Ia lahir pada 600 Hijriah di daerah Jayyan, Andalusia (Spanyol). Sejak kecil, ia akrab dipanggil Muhammad atau Jamaluddin. Namun, belakangan, ia tenar dengan sebutan Ibnu Malik. Nama Malik dinisbatkan pada kakeknya. Hal itu dilakukan untuk menghormati (taaddub) Nabi Muhammad SAW karena kesamaan nama diri dan orang tuanya dengan Nabi (Muhammad dan Abdullah). Dan, lagi pula, Ibnu Malik memang lebih banyak menghabiskan waktu bersama kekeknya dari pada ayahnya.
Ibnu Malik dikenal cerdas dan haus ilmu. Ia tekun belajar dan rajin berguru. Ia sempat merantau ke Halab dan Damaskus untuk menimba pengetahuan. Karena itu, ia mempunyai banyak guru. Di antaranya adalah Abu al-Mudhaffar Tsabit ibn Muhammad al-Kula’i (sebagai pembimbing ilmu arabiyyah), Abdullah ibn Malik al-Marsyani (pakar ilmu arabiyyah), Ibn Yaits, Ibn Amrun, Abu al-Abbas Ahmad ibn Nawar, Ibn al-Hajib, Abu Shodiq al-Hasan ibn Shobbah dan sebagainya.
Ibnu Malik dikenal cepat mengingat dan mampu menyerap pengetahuan dengan lekas. Ia mempelajari berbagai ilmu agama. Mulai dari Tafsir, Hadits, Ulumul Qur’an, Fiqh, Nahwu (ilmu tentang cara baca kalam arab) wa Sharf (ilmu tentang derivasi dan perubahan kata Arab) dan lainnya. Ia mampu menghafal Qira’ah Sab’ah beserta alasan-alasannya. Tak luput juga kosakata Arab. Karena itu, ia mampu membedakan kata yang layak pakai atau ditangguhkan. Bahkan, ia sempat menghafal beberapa kalam Arab.
Penguasaannya akan seluk beluk agama dan (khususnya) bahasa Arab memang luar biasa. Karena itu, tak aneh kalau pada perkembangan berikutnya, Ibnu Malik pun tenar sebagai pakar gramatika. Kehebatannya dalam ilmu ini membuat orang tercengang. Baik ulama dahulu maupun generasinya mengakui kemampuannya yang cemerlang. Banyak orang berguru kepadanya. Bahkan, untuk menghormatinya, Imam Ibnu Kholkan, Mufti dan Qadli besar pada saat itu, selalu menjadi ma’mumnya dalam berjama’ah. Tak berhenti di situ, Qadli ini selalu mengawal Ibnu Malik pulang ke rumah.
Kemunculan Ibnu Malik sebagai seorang ulama yang alim dan faqih memang tak bisa lepas dari konteks zamannya. Pada masa itu, situasi sosial-politik-ekonomi di Damaskus sangat mendukung perkembangan pengetahuan. Tak tanggung-tanggung, penguasa waktu itu rela menggelontorkan banyak dana untuk menggerakkan roda peradaban. Pembangunan diprioritaskan pada aspek pendidikan. Para pejabat teras pun tak ketinggalan. Mereka terpacu untuk membangun pusat-pusat pengetahuan.
Kondisi yang kondusif itu pada akhirnya memacu lahirnya banyak karya. Makin maraklah penyusunan dan penerbitan kitab yang meliputi berbagai area. Mulai dari linguistik, akhlaq, sastra dan ilmu agama lainnya. Di saat yang sama, banyak sekolah dan madrasah didirikan. Jumlah muridnya pun sangat besar. Hal ini menantang para pengajar dan ulama untuk membuat teori pengajaran yang memudahkan para murid untuk menghafal dan memahami pelajaran.
Maka, lahirlah berbagai nadham (syi’ir/lagu) dalam penyusunan kitab dari beragam disiplin ilmu. Bahkan, satu ilmu memunculkan variasi lagu. Pilihan pada bentuk nadham ini bukannya tanpa alasan. Sudah menjadi kecenderungan umum, menghafal dalam bentuk lagu lebih mudah dilakukan dari pada menghafal teori dalam bentuk narasi. Hal ini karena nadham-nadham tersebut mengandung nada-nada yang enak untuk dinikmati. Meski di saat yang sama, menyusun nadham juga jauh lebih sulit dari pada menulis narasi.
Dan, Ibnu Malik adalah satu satu pakar nadham pada saat itu. Ia tidak menemukan kesulitan berarti dalam menyusun kitab dengan model ini. Tak syak lagi, beberapa kitabnya pun disusun dalam bentuk nadham. Tak main-main, jangankan ratusan, nadham kitabnya mencapai ribuan. Sebut saja kitab al-Kafiyah al-Syafiyah yang mencapai 2757 bait. Juga kitab al-A’lam bi Mutsallats al-Kalam yang berisi 3000 bait. Sungguh kemampuan yang fenomenal.
Imam Ibnu Malik dikenal produktif menulis banyak kitab. Dan, hampir semua kitabnya berbicara tentang gramatika Arab. Di antaranya adalah al-Umdah dan syarh-nya (penjelasan), al-Tashil dan syarh-nya, Lamiyah al-Af’al, al-Taudhih fi I’rabi Musykilatin min al-Jami’ al-Shohih, al-Nadhmu al-Aujaz dan syarh-nya, al-Fawaid al-Nahwiyyah, ‘Uddatu al-Hafidh wa umdah al-Lafidh fi al-Nahwi, Ijaz al-Ta’ruf fi ‘Ilm al-Tashrif, Sabak al-Mandhum wa fakk al-Makhtum fi al-Nahwi, kitab al-arudl dan sebagainya.
Kitab lainnya yang terkenal adalah al-Khulashah yang kemudian dikenal dengan kitab Alfiyyah ibnu Malik. Kitab ini merupakan ringkasan kitab al-Kafiyah, terdiri dari 1002 bait. Namun, sering disebut 1000 bait karena 2 bait yang tak terhitung adalah contoh-contoh, bukan kaidah inti. Kitab itu membahas detail aturan gramatika Arab. Mulai dari karakterisktik kata benda (isim), kata kerja (fi’il), objek / sasaran (maf’ul) yang punya banyak variasi, harful jarr beserta faidah-faidahnya, aturan membuat plural (jama’), mengucap panggilan (nida’) dan sebagainya. Sebagai kitab gramatika, Alfiyyah terbilang lengkap. Hampir semua aturan bahasa Arab tercakup di dalamnya. 
Tak hanya itu, bait-bait dalam kitab ini juga menggambarkan sifat manusia. Meski secara leksikal adalah kaidah bahasa Arab, sering kali mengandung isyarat. Di antaranya adalah tentang keberanian mengatasi ketakutan, adab memanggil seseorang, ilmu ladunny (dapat memperoleh pengetahuan tanpa belajar) yang hanya dimiliki sedikit orang, keharusan orang untuk beristiqamah dalam kebaikan dan sebagainya.
Ada cerita menarik seputar kitab ini. Sebagaimana kitab umumnya, kitab ini dimulai dengan muqaddimah (pembukaan) yang terdiri dari 7 bait. Ibnu Malik memulai dengan memuji Allah dan mengucap shalawat kepada Nabi. Dengan rendah hati, pada bait berikutnya, ia menulis bahwa Alfiyyah yang ia susun melampaui kitab Alfiyyah karangan imam ibnu Mu’thi, pakar gramatika sebelum Ibnu Malik (faiqatan alfiyyata ibn Mu’thi). Sampai pada bait ini, ia sempat berhenti karena takut mengidap penyakit sombong (takabbur). Namun, setelah beberapa saat, ia mampu melanjutkan bait kitab ini sampai selesai.
Di Indonesia, kitab ini dibaca hampir seluruh warga pesantren dan sekolah/madrasah untuk mendalami ilmu Nahw dan Sharf. Sebab, kitab ini merupakan salah satu kitab Nahw dan Sharf terlengkap dibanding kitab lain yang umum beredar di Indonesia. Sebut saja kitab al-Ajrumiyyah (karangan imam al-Ajrumy), Umrithy (250 bait) (karangan imam al-’Umrithy) dan Mutammimah (karangan Imam Syamsuddin Muhammad ibn Syaikh Muhammad al-Ro’iny). Kitab Alfiyyah ini menempati urutan teratas, baik kelengkapan maupun tingkat kesulitannya.
Kitab ini banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Salah satu terjemahan yang terkenal adalah karya KH. Bisri Musthofa, ayahanda KH. Musthofa Bisri. Kitab terjemahan ini berbahasa Jawa. Karena bahasanya yang familiar dan mudah dicerna, kitab ini pun menjadi acuan dalam mempelajari Alfiyyah. Sebab, tak jarang, KH. Bisri Musthofa memberikan penjelasan yang mendalam dalam beberapa soal.
Semasa hidupnya, Imam Ibnu Malik mendedikasikan hidupnya untuk membenahi dan meluruskan bahasa Arab. Sehingga, ia didaulat menjadi imam ilm arabiyyah (imam ilmu bahasa Arab). Ia menjadi rujukan dalam soal lughat al-arabiyyah (kosa kata Arab) dan nahw wa sharf.
Kehebatannya diakui oleh para ulama pada masa itu. Di samping ahli gramatika, Ibnu Malik juga dikenal sebagai ahli ibadah. Ia benar-benar menjaga akhlak dan rajin melakukan ibadah sunnah. Ia sempat ditunjuk menjadi imam besar di daerah al-Adiyah.
Imam Ibnu Malik wafat pada 672 H, usia 72 tahun. Ia dimakamkan di Damaskus, kota yang menempa dan membesarkan dirinya. Bagi peminat pengetahuan, kepergiannya adalah kerugian yang tak terkira. Ialah ulama besar dengan sumbangsih ilmu yang sangat berharga. Ia telah menulis banyak karya. Penguasaannya akan gramatika membuat namanya terkenal di jagad raya, sebagai pakar gramatika kelas dunia. (M. Khoirul Muqtafa)

Sunan Muria, Belajar Bersama Rakyat

Sunan Muria, Belajar Bersama Rakyat
Masjid Sunan Muria
Sunan Muria dikenal sebagai sunan rakyat jelata. Ia akrab dan hidup di tengah-tengah mereka. Ia tak sudi menghambakan diri pada kekayaan dan kekuasaan. Di saat, para wali lain hidup di pusat kota, ia malah mengasingkan diri di daerah pegunungan. Namun, ia tak meninggalkan dakwah Islam. Justru, “pengasingan” itulah yang menjadikannya dai yang ramah dan toleran.
Nama aslinya Raden Umar Said atau Raden Prawoto, putra Sunan Kalijaga dan Dewi Saroh. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan literatur keagamaan. Juga kesenian. Nampaknya, ia menuruni bakat ayahnya yang gandrung akan kesenian.
Berbeda dengan ayahnya yang berdakwah dengan berkeliling di daerah abangan, Sunan Muria banyak bertugas di daerah Kudus. Terutama bagian utara, di lereng Gunung Muria. Itu karena ia memang memfokuskan diri pada daerah yang jauh dari pusat kota atau keramaian. Ia tinggal dan mendirikan sebuah pesantren di sana. Konon, ia sengaja mencari tempat terpencil karena hidup di tengah kota jauh lebih banyak cobaannya dibanding hidup di daerah terpencil.
Di samping itu, memang sudah wataknya suka menyendiri dan bertempat tinggal di desa, berbaur bersama rakyat jelata. Sebab itulah, ia sengaja memilih lereng Gunung Muria sebagai tempat berdakwah. Berbeda dengan Kudus bagian tengah yang mengalami kemajuan secara infrastruktur. Tempat itu terletak 18 km di sebelah utara pusat kota Kudus. Meski demikian, putra Sunan Kalijaga itu juga rajin berdakwah di daerah tetangganya seperti Jepara, Tayu, Juana dan Pati.
Metode dakwah yang dipakai oleh Sunan Muria adalah mengadakan kursus-kursus pada kaum dagang, nelayan, pelaut dan rakyat jelata. Itu sangatlah efektif karena mereka adalah kaum pekerja yang tidak bisa berkumpul setiap saat. Dengan memberikan kursus, maka mereka bisa meluangkan waktu khusus untuk belajar agama. Di samping itu, tak jarang, Sunan Muria juga mengajarkan berbagai keterampilan seperti bercocok tanam, berdagang, dan melaut kepada rakyat.
Jalan kesenian untuk memperakrab masyarakat dengan Islam juga tak ia tinggalkan. Kabarnya, Sunan Murialah yang mempertahankan tetap berlangsungnya gamelan sebagai media dakwah. Baginya, bermain gamelan dengan menembang bisa dipergunakan untuk memasukkan nuansa ke-Islam-an di dalamnya. Nampaknya, ia paham betul, bahwa masyarakat yang dihadapi memang masyarakat yang benar-benar abangan dan masih susah meninggalkan tradisi.
Apalagi, berdakwah di lereng Muria. Sebagian besar mereka adalah pemeluk Hindu taat yang “lari” dari dakwah Sunan Kudus di sekitar Menara. Itu menjadi bukti bahwa tidak mudah mendekati mereka. Karena itulah jalur kesenian tetap harus dipergunakan. Dengan jalan itu, ia bermaksud membuat masyarakat di sekitarnya merasa nyaman, sehingga lebih bisa menerima dan mencerna ajaran-ajaran untuk mengingat Allah SWT.
Sunan Muria rajin mengarang tembang-tembang Jawa untuk memperkuat ingatan masyarakat akan nilai-niali Islam. Bahkan, ia dikenal sebagai pencipta tembang Sinom dan Kinanti. Tembangnya yang populer dilantunkan dalang pada zaman sekarang adalah Sinom Parijotho. Parijotho adalah nama tumbuhan yang hidup di lereng Muria.
Sebagai salah seorang anggota walisongo, ia juga sangat berperan dalam membangun Kerajaan Demak. Ia merupakan salah satu pendiri dan penyokong yang setia. Bahkan karena wataknya yang halus dan ramah serta berpikiran luas, ia sering diminta untuk memecahkan berbagai masalah. Konon, betapa pun rumitnya masalah itu, Sunan Muria mampu meberikan jalan yang terbaik.
Ia juga sering diminta menjadi penengah dalam berbagai konflik. Termasuk konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530). Sebagaimana tertulis dalam sejarah, sepeninggal Raden Fatah, Kesultanan Demak menjadi geger karena banyak yang memperebutkan takhta kerajaan tersebut. Tercatat, sekitar empat kali Demak mengalami pergantian pimpinan. Hebatnya, solusi pemecahan yang ditawarkan oleh Sunan Muria selalu dapat diterima oleh pihak-pihak yang berseteru.
Sunan Muria menikah dengan Dewi Roroyoo, putri gurunya, Ki Ageng Ngerang. Konon, ia diambil mantu gurunya setelah melalui sayembara. Suatu ketika, Ki Ageng Ngerang melaksanakan tasyakuran ulangtahun anaknya, Dewi Roroyono yang genap berusia 20 tahun. Banyak tamu yang datang. Termasuk para adipati. Karena tertarik akan kecantikan Dewi Roroyono, banyak tamu yang berdecak kagum. Sehingga, sebagian dari mereka yang tidak tahu diri mencari jalan untuk menggodanya. Karena tak sudi dengan ulah tamu yang berangasan, Dewi Roroyono pun tak meladeninya.
Pada malamnya, timbul masalah. Dewi Roroyono hilang dari kamarnya. Ternyata, ia diculik oleh salah seorang adipati yang menjadi tamu malam itu. Kontan, itu membuat geger. Lalu, diadakanlah sayembara. Barang siapa yang mampu mengembalikan Dewi Roroyono, berhak memperistrinya. Sunan Muria pun menyanggupinya. Setelah berusaha mencari, akhirnya Sunan Muria menemukan tempat persembunyian penculik tersebut. Iapun berhasil memboyong pulang Dewi Roroyono dan kemudian menikahinya. Dari pernikahan itu, Sunan Muria memperoleh seorang putra yang diberi nama Pangeran Santri, dan kemudian mendapat julukan sebagai Sunan Ngadilungu.
Sunan Muria wafat dan dimakamkan di Desa Colo pada ketinggian 600 meter dari permukaan laut. Berbeda dengan para wali lain yang makamnya dikelilingi oleh para punggawanya, makam Sunan Muria terlihat menyendiri. Justru para murid yang membantunya dalam berdakwah dimakamkan di tempat yang agak jauh dari makamnya. Itu mungkin disebabkan oleh wataknya yang selalu suka menyendiri.
Sebagaimana makam para wali lain, makam Sunan Muria juga banyak diziarahi, baik dari dalam kota maupun luar kota. Tempatnya yang terjal, tidak menyurutkan para peziarah untuk napak tilas perjalanannya. Pengunjungnya tetap membludak, terutama pada hari libur dan upacara Buka Luwur yang diselenggarakan setiap 6 Muharam. Karena letaknya di lereng gunung, maka untuk mencapai komplek itu ditempuh dengan jalan kaki melewati sekitar 700 undakan (trap) mulai dari pintu gerbang di dekat lokasi parkir mobil/bus. Bisa juga dengan menumpang ojek dengan biaya sekali jalan sekitar Rp. 8000.
Komplek makam Sunan Muria telah dipugar beberapa kali. Karena itu hanya beberapa bagianlah yang masih utuh. Arealnya juga diperluas, terutama di bagian sebelah kanan makam. Banyak bangunan baru, seperti bangunan tempat minum air peninggalan Sunan Muria dan lainnya. Seiring dengan pemugaran dan penambahan bangunan, para penjaga dan karyawan pun bertambah. Kepengurusannya dikelola oleh Yayasan Sunan Muria yang bertempat di sebelah luarnya. (M. Khoirul Muqtafa)

Recent Posts

comments powered by Disqus